Erick Thohir Sebut Holding BUMN Rumah Sakit Jadi Juni 2020

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 12:23 WIB
Erick Thohir Sebut Holding BUMN Rumah Sakit Jadi Juni 2020 Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan pembentukan holding rumah sakit selesai Juni 2020. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkap rencananya untuk melanjutkan rencana pembentukan holding rumah sakit yang sempat terhenti sejak era Menteri Rini Soemarno. Ia memastikan pembentukan holding tersebut akan selesai Juni 2020.

"Kami holding rumah sakit. Insya Allah Juni ini jadi," kata Erick di Jakarta, Selasa (28/1).

Menurut Erick, holding rumah sakit tersebut dibentuk supaya perusahaan BUMN yang memiliki rumah sakit dapat fokus dengan inti bisnis mereka masing-masing.


"Sehingga pelayanan kesehatan pun dapat lebih dikembangkan," ungkapnya.

Erick menjelaskan, bahwa rencana holding rumah sakit tersebut akan dilakukan bersama pihak dari Jepang. Imbal baliknya, diharapkan perseroan Jepang dapat menyediakan sekolah khusus perawat yang nantinya dapat memenuhi kebutuhan permintaan 350 ribu perawat dari pihak Jepang.

"Nanti (calon perawat) di-training (dilatih) dari awal. Bahasa Jepangnya, kultur Jepangnya, supaya ketika berpartner, akses (permintaan) dari pada 350 ribu (perawat) itu bisa juga buat kita, jangan buat Filipina lagi," ujarnya.

Erick juga mengatakan rencana holding tersebut dapat membangkitkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Selain itu, upaya tersebut diharapkan bisa mengatasi masalah defisit neraca di sektor kesehatan Indonesia  yang saat ini tembus US$6 miliar atau sekitar Rp 84 triliun.

Sebelumnya, Erick sempat menyatakan bakal melanjutkan pembentukan holding rumah sakit. Setelah dibentuk, induk holding rencananya menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

[Gambas:Video CNN]
"Ya kan salah satu metode supaya tata kelola perusahaan itu terjaga dengan go public. Kalau go public semua orang mengawasi," ucap Erick, Kamis (9/1).

Namun, ia menyatakan masih mengkaji pembentukan skema holding rumah sakit secara matang. Sejauh ini, belum ada hitungan mengenai jumlah rumah sakit yang akan menjadi anggota holding dan perusahaan mana yang menjadi induknya. (ara/agt)