"Kami holding rumah sakit. Insya Allah Juni ini jadi," kata Erick di Jakarta, Selasa (28/1).
Menurut Erick, holding rumah sakit tersebut dibentuk supaya perusahaan BUMN yang memiliki rumah sakit dapat fokus dengan inti bisnis mereka masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erick juga mengatakan rencana holding tersebut dapat membangkitkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Selain itu, upaya tersebut diharapkan bisa mengatasi masalah defisit neraca di sektor kesehatan Indonesia yang saat ini tembus US$6 miliar atau sekitar Rp 84 triliun.
Sebelumnya, Erick sempat menyatakan bakal melanjutkan pembentukan holding rumah sakit. Setelah dibentuk, induk holding rencananya menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
[Gambas:Video CNN]
"Ya kan salah satu metode supaya tata kelola perusahaan itu terjaga dengan go public. Kalau go public semua orang mengawasi," ucap Erick, Kamis (9/1).
Namun, ia menyatakan masih mengkaji pembentukan skema holding rumah sakit secara matang. Sejauh ini, belum ada hitungan mengenai jumlah rumah sakit yang akan menjadi anggota holding dan perusahaan mana yang menjadi induknya. (ara/agt)