Irfan Setiaputra Ungkap Solusi 'Permak' Citra Garuda

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 20:05 WIB
Irfan Setiaputra Ungkap Solusi 'Permak' Citra Garuda Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan upaya perbaikan citra perseroan dilakukan dengan memberikan contoh yang baik. (CNN Indonesia/Fajrian).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra memaparkan solusi untuk memperbaiki citra perseroan yang dinilainya menurun di mata publik.

Menurutnya, permasalahan penurunan citra tersebut dapat diselesaikan dengan cara memberikan contoh yang baik kepada seluruh pihak menggunakan penerapan kebijakan perusahaan yang baik.

"Yang jelas kami membuktikan manajemen garuda itu GCG (Good Coorporate Governance), Bahwa kami ini tim yang menegakkan GCG. Kami mesti memberi contoh terhadap how we should (bagaimana kami) bersikap dan bertindak," kaya Irfan di Gedung BUMN, Jakarta, Jumat (24/1).


Menurut dia, citra perseroan merosot lantaran tudingan yang belum tentu benar oleh berbagai pihak.

"Kalau kami ngomong citra, kami ngomong persepsi, sebagian fakta, sebagian bukan fakta. Tapi saya enggak mau (berpikir) masuk ke situ," paparnya.

Salah satu permasalahan yang beredar adalah dugaan pelecehan seksual terhadap para pramugari Garuda.

Irfan pun mengaku bahwa jejeran direksi baru Garuda merespon positif atas kedatangan Yenny Wahid selaku komisaris Garuda yang baru. Menurutnya, kedatangan Yenny dapat menegakkan hak-hak perempuan di tubuh perseroan.

"Direksi ini sangat senang ketika ada Bu Yenny. Sosok Bu Yenny ini (yang) merepresentasikan, sangat baik dalam menegakkan hak-hak teman-teman kami perempuan khususnya," ujarnya.

Irfan kemudian menegaskan, pihaknya akan berusaha untuk mengerek kembali kepercayaan publik dan citra perseroan ke depan.

"Jadi kami memang diskusi, sudah beberapa hari, satu, dua hari. Di dalam diskusi itu kami tegaskan bahwa citra itu harus kami perbaiki dengan contoh dan memberi pesan," tuturnya.

Ke depan, Irfan menambahkan bahwa pihaknya akan membuat aturan yang dapat menegakkan hak-hak perempuan.

"Untuk itu tentu saja nanti kami follow up dengan aturan lain yang bisa menegaskan bahwa itu tidak akan kejadian lagi," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]


(ara/sfr)