Erick Thohir Tanggapi Surat SBY Terkait Kasus Jiwasraya

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 13:43 WIB
Erick Thohir Tanggapi Surat SBY Terkait Kasus Jiwasraya Menteri Erick Thohir menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono soal kasus Jiwasraya. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal kasus Jiwasraya.

Melalui akun Facebooknya, SBY mengatakan, ada pihak yang dibidik dan hendak dijatuhkan melalui kasus Jiwasraya. Salah satunya, Erick.

Menurut Erick jabatan bukan hal yang utama, namun sifat atau karakter yang harus diutamakan sebagai manusia ataupun pejabat publik.


"Saya rasa gini lho, kalau jabatan itu kan sesuatu yang bisa setiap saat hilang. Yang penting kita sebagai manusia tidak merubah karakter kita, jati diri kita karena jabatan. Jabatan itu bisa anytime (hilang)," kata Erick di Jakarta, Selasa (28/1).

Selanjutnya, Erick menjelaskan kasus Jiwasraya sudah rampung dilaporkan, dan tinggal menunggu jawaban dari DPR.

"Jiwasraya itu sudah di laporkan sudah dipaparkan. Besok DPR ingin memastikan," ungkapnya.

Sebelumnya, SBY mengaku mendapatkan informasi tentang kasus Jiwasraya.  Hal itu ia tuangkan dalam surat panjang berjudul "Penyelesaian Kasus Jiwasraya Akan Selamatkan Negara dari Krisis yang Lebih Besar," yang diunggah di laman resmi Facebooknya, Senin (27/1) sore.

SBY mengatakan, awal Januari 2020, isu Jiwasraya makin ramai dibicarakan ditambah dengan isu Asabri. SBY menuliskan, sejumlah anggota DPR RI dari Partai Demokrat menyebut, yang menggebu-gebu untuk membentuk Pansus berasal dari kalangan partai-partai koalisi. Namun, belakangan diketahui koalisi pendukung pemerintah lebih memilih Panja, bukan Pansus

"Ketika saya gali lebih lanjut mengapa ada pihak yang semula ingin ada Pansus, saya lebih terperanjat lagi. Alasannya sungguh membuat saya 'geleng kepala'," kata SBY.

Menurut SBY, alasan dibalik ngototnya pembentukan Pansus, katanya untuk menjatuhkan sejumlah tokoh.

"Ada yang 'dibidik dan harus jatuh' dalam kasus Jiwasraya ini. Menteri BUMN yang lama, Rini Sumarno harus kena. Menteri yang sekarang Erick Thohir harus diganti. Menteri Keuangan Sri Mulyani harus bertanggung jawab. Presiden Jokowi juga harus dikaitkan," tulisnya.

SBY menambahkan, mendengar berita seperti itu, meskipun belum tentu benar dan akurat, diapun bersikap.

"Sikap saya adalah tak baik dan salah kalau belum-belum sudah main 'target-targetan'," katanya.

[Gambas:Video CNN]


(ara/age)