Saat ini, warga AS yang mengendarai Harley tak sebanyak dulu lagi. Kondisi tersebut membuat permintaan Harley di AS terus turun.
Dikutip dari CNNBusiness, penjualan ritel Harley turun 3 persen pada sepanjang kuartal IV 2019 kemarin. Kondisi tersebut merupakan penurunan ke-12 yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan kinerja penjualan tersebut berdampak pada kinerja saham Harley-Davidso (HOG). Saham perusahaan jatuh 3 persen pada awal perdagangan Selasa (28/1) kemarin. Secara total, saham Harley sudah anjlok 10 persen pada tahun kemarin.
Kejatuhan terjadi karena penurunan penjualan tersebut melampaui proyeksi Wall Street.
Sementara itu , CEO dan Presiden Harley Matt Levatich yakin penurunan kinerja penjualan perusahaannya akan berbalik.
"Kami melihat 2020 menjadi tahun terpenting dalam transformasi Harley-Davidson," katanya.
Tahun ini pihaknya akan memperluas pangsa pasar Harley. Perluasan akan dilakukan dengan menggarap pengendara segmen baru.
"Kami melihat 2020 menjadi tahun terpenting dalam transformasi Harley-Davidson," katanya.
Tahun ini pihaknya akan memperluas pangsa pasar Harley. Perluasan akan dilakukan dengan menggarap pengendara segmen baru.
[Gambas:Video CNN]
(agt)