"Terus terang, menurut saya OJK harus refleksi. Ini agar pasar modal bisa lebih transparan," ucap Sandiaga, Kamis (30/1).
Jika pasar modal domestik transparan, pergerakan pasar bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, tak ada lagi pihak yang memanfaatkan pasar modal sebagai arena goreng-menggoreng saham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Sandiaga juga menyoroti persoalan di lingkungan BUMN. Selain Jiwasraya, yaitu PT Asabri (Persero) dan PT Garuda Indonesia (Persero). Ia berharap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bisa menyelesaikan masalah demi masalah di BUMN.
"Erick tugasnya berat sekali ya, jadi saya doa untuk beliau karena kami tidak pernah berpikir sektor keuangan, seperti Jiwasraya dan Asabri, terus ada Garuda Indonesia muncul di awal tugas beliau," ungkap Sandiaga.
Lihat juga:Erick Thohir Copot Dua Direksi Asabri |
Dalam surat keputusan tersebut Erick memberhentikan Herman Hidayat dan Rony Hanityo Apriyanto dari jabatannya sebagai direktur di Asabri.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD menyatakan selama setahun belakangan kemarin, modal Asabri anjlok sampai dengan Rp17 triliun.
Mahfud bilang penurunan modal tersebut kini sedang diselidiki oleh pihak kepolisian. Ia mengaku mendapatkan 'bisikan' dari beberapa sumber bahwa ada indikasi korupsi di tubuh Asabri.
Ia mengaku merasa terkejut dengan masa kerja 100 hari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini khususnya karena pemerintah berhasil menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law.
"Isu-isu klasik seperti reformasi birokrasi dan berkaitan dengan apa yang sebetulnya ingin diselesaikan dalam Omnibus Law," jelas dia.
Sebagai informasi, DPR resmi memasukkan empat RUU omnibus law dalam daftar Program Legislasi Nasional atau Prolegnas Prioritas 2020. Empat beleid itu, antara lain RUU tentang Ibu Kota Negara, RUU tentang Kefarmasian, RUU tentang Cipta Lapangan Kerja, dan RUU tentang Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian.
Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menyatakan Jokowi menargetkan empat RUU omnibus law itu rampung sebelum Lebaran. Ini artinya, empat rancangan aturan itu diharapkan sah menjadi undang-undang (uu) sebelum 24 Mei 2020.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)