Direktur Utama BP Jamsostek: Investasi dalam Kondisi Aman

BP Jamsostek, CNN Indonesia | Minggu, 02/02/2020 22:45 WIB
BP Jamsostek menegaskan pengelolaan dana investasi lembaga tersebut dalam kondisi aman. Gedung BP Jamsostek. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- BP Jamsostek menegaskan pengelolaan dana investasi lembaga tersebut dalam kondisi aman di tengah pemberitaan sejumlah BUMN yang terpuruk di sektor asuransi.

"Saya tegaskan bahwa kinerja investasi BP Jamsostek dalam kondisi aman, tidak ada kerugian, dilaksanakan sesuai dengan regulasi dan meraih capaian yang baik," kata Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto dalam keterangannya, Minggu (2/2).

Agus menguraikan dana kelolaan BP Jamsostek mencapai Rp431,7 triliun pada akhir Desember 2019, dan mencatatkan hasil investasi sebesar Rp29,2 triliun.



Capaian imbal hasil pada 2019 mencapai sebesar 7,3 persen, lebih atau lebih tinggi dari kinerja IHSG yang hanya mencapai 1,7 persen. BP Jamsostek juga telah memberikan hasil pengembangan Jaminan Hari Tua (JHT) kepada pesertanya mencapai 6,08 persen per tahun.

Untuk mengantisipasi kondisi pasar modal, Agus menjelaskan pihaknya telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed income hingga mencapai 71 persen dari total portofolio. Dengan demikian, tidak akan terpengaruh langsung dengan fluktuasi IHSG.

Agus juga menjelaskan kepemilikan saham BP Jamsostek mayoritas merupakan saham kategori Blue Chip atau LQ45 yang mencapai sekitar 98 persen.

"Untuk saham, BP Jamsostek hanya berinvestasi pada emiten BUMN, emiten dengan saham yang mudah diperjualbelikan, berkapitalisasi besar, memiliki likuiditas yang baik dan memberikan deviden secara periodik," kata dia. "Jadi tidak ada investasi di saham yang biasa disebut saham gorengan."

Pesan KPK

Pahala Nainggolan, Deputi Pencegahan Korupsi KPK, mengatakan bahwa kinerja BP Jamsostek dalam bidang pengelolaan investasi secara keseluruhan telah mencapai hasil yang baik.

Dia menuturkan BP Jamsostek adalah salah satu pengelola dana publik terbesar di Indonesia, sehingga pengawasan pun dilakukan.


"Kami di KPK tentunya akan terus mengawasi kinerja BP Jamsostek, terutama bidang investasi. Dalam pengawasan kami, tidak ada ditemukan kerugian Rp13 triliun seperti isu yang diedarkan pihak tidak bertanggung jawab," kata Pahala.

Dirinya berpesan lembaga itu saat ini tengah menjadi sorotan karena dana yang dikelola, sehingga harus terus fokus menjaga tata kelola perusahaan, dan menjalankan kegiatan operasional secara hati-hati.

"Kami siap mendampingi BP Jamsostek untuk menghadapi intervensi dari dalam atau luar dalam pengelolaan dananya. Bagi KPK ini merupakan cara strategis pencegahan korupsi dan bagian dari pelayanan publik," kata Pahala. (asa)