Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer mengatakan pembangunan infrastruktur Mandalika membutuhkan dana lebih dari Rp5 triliun.
"Ini membutuhkan suatu terobosan, salah satunya dengan penambahan PMN yang disampaikan kepada BUMN," katanya di hadapan Komisi VI DPR, Rabu (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kami mengemban tugas besar untuk pengembangan Mandalika kami juga curahkan banyak resources (sumber daya) baik dari human maupun konstruksi, sehingga laba bersih tertekan dalam dua tahun terakhir," akunya.
Ia mengungkapkan pihaknya telah mengupayakan alternatif pendanaan untuk pengembangan Mandalika. Pertama melalui pinjaman dari Asian Infrastructure Investment Bank senilai US$248,4 juta. Pinjaman itu memiliki bunga sebesar 1,4 persen dengan tenor 35 tahun.
Abdulbar menyatakan bunga kedua pinjaman tersebut cukup ringan bagi perseroan. Namun demikian, jumlah pendanaan tersebut belum memenuhi kebutuhan belanja modal pengembangan Mandalika sebesar Rp4,8 triliun untuk periode 2019-2023.
"Kesimpulannya untuk infrastruktur masih ada kebutuhan, tapi kami bisa cari dari market tanpa memberatkan negara," katanya.
[Gambas:Video CNN]
(age/ulf/age)