Virus Corona Buat Pegawai Tencent dan Alibaba Kerja di Rumah

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 11/02/2020 12:09 WIB
Virus Corona Buat Pegawai Tencent dan Alibaba Kerja di Rumah Sebagian perusahaan di China memutuskan menutup sementara kantornya hingga Virus Corona mulai mereda. (NICOLAS ASFOURI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagian perusahaan di China memutuskan menutup sementara kantornya hingga wabah Virus Corona mulai mereda.

Dikutip dari CNNBusiness, perusahaan seperti Tencent dan Alibaba yang berbasis di Shenzhen memutuskan untuk menutup kantornya sementara. Para karyawan tetap bekerja, namun dari rumah masing-masing.

Menurut perusahaan, setidaknya dua pekan ke depan, para karyawan akan dibiarkan untuk bekerja dari rumah. Sementara kantor perusahaan yang berada di Hong Kong masih tentatif, dan kemungkinan akan dibuka pekan depan.


"Kesehatan dan keselamatan karyawan kami menjadi hal yang paling penting. Oleh karena itu, Tencent akan terus memantau situasi dengan cermat dan akan merevisi pengaturan ini sebagaimana diperlukan," ujar juru bicara Tencent kepada CNNBusiness.

Selain Tencent dan Alibaba, sebagian perusahaan lain pun melakukan pendekatan yang serupa. Tim Microsoft di China akan bekerja di rumah setidaknya satu pekan lagi. Sementara, kantor di Hong Kong tetap beroperasi seperti biasa.

Perusahaan transportasi Didi dan Audi China pun akan menerapkan kerja jarak jauh tersebut hingga Jumat (14/2). Pembuat drone DJI pun melakukan hal serupa. Namun, perusahaan ini belum mengabarkan sampai kapan kebijakan bekerja dari rumah akan diberlakukan.

Sementara itu, beberapa perusahaan di China sudah mulai membuka kantornya kembali. Perusahaan mesin pencari Baidu mengungkap perusahaan secara bertahap membuka kantornya dimulai dari Senin (10/2).

Namun, perusahaan yang masuk kantor harus memenuhi persyaratan karantina. Mereka hanya bisa masuk ke kantor jika sudah mendapatkan persetujuan. Begitu pula dengan Huawei yang sudah membuka kantornya di Shenzhen. Setiap pagi para karyawan harus melaporkan rincian suhu tubuh.

Mereka pun harus memberikan rincian selama dua pekan terakhir berada di mana. Selain itu, pemeriksaan suhu telah tersebar di seluruh gedung perkantoran dan tempat parkir.

Wakil Presiden dan Manajer Regional Asia Pasifik Forrester Research Dane Anderson mengungkap kebingungan perusahaan untuk mengambil langkah mengelola wabah sudah diprediksi. Pasalnya, perusahaan-perusahaan tersebut memang kurang persiapan.

"Sebagian besar organisasi fokus pada rencana yang berkelanjutan untuk bisnis mereka. Dengan adanya wabah, bisnis mengalami kerugian seperti kehilangan fasilitas, teknologi hingga orang," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Sebagian produsen mobil di China pun tengah 'bergulat' untuk memutuskan waktu yang tepat bagi karyawan kembali bekerja. Salah satunya, Toyota mulai mempertimbangkan apakah akan membuka kembali pabrik di China.

Namun, tampaknya perusahaan tersebut memperpanjang penutupan sepekan lagi. Volkswagen pun mengatakan bahwa mereka berharap bisa melanjutkan produksi beberapa kendaraan pada Senin (10/2).

Pemerintah China mungkin akan segera memberikan kejelasan untuk bisnis di negara tersebut. Dewan Negara China mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk mengadakan konferensi pers, Selasa (11/2). Salah satunya untuk membahas bagaimana China membantu perusahaan melanjutkan produksi.

[Gambas:Video CNN]


(age/agt)