Padahal, realisasi anggaran BPH Migas lebih besar pada tahun lalu, yaitu Rp172,3 miliar. Bandingkan saja dengan realisasi anggaran 2018 lalu yang sebesar Rp165,9 miliar.
Hal itu disampaikan Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR, Rabu (12/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, untuk realisasi penyaluran BBM, Fanshurullah merinci solar sebanyak 16,2 juta kilo liter (KL) atau 111,94 persen dari kuota yang ditentukan APBN. Sedangkan untuk kerosen (minyak tanah) mencapai 0,52 juta KL atau 85,24 persen dari kuota.
"Jadi khusus untuk BBM solar ini, terjadi over kuota 1,6 juta KL dari penetapan APBN sebesar 14,5 juta KL," jelasnya.
Pencapaian lainnya adalah terkait penetapan tarif toll fee hingga tahun 2019 sebanyak 61 ruas, dengan panjang pipa gas bumi yang terbangun 2019 sepanjang 14.764 km atau 105,4 persen dari target.
"(Capaian) lainnya adalah jumlah wilayah yang telah dilakukan penetapan harga gas rumah tangga, dan pelanggan kecil, yakni sebanyak 52 wilayah kabupaten atau kota," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(ara/bir)