FOTO: Revolusi Wajah Industri Grafika Tanah Air

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Rabu, 12/02/2020 21:00 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Industri 4.0 telah merevolusi wajah industri grafika di tanah air. Teknologi membuat industri ini terus menggeliat di tengah era digital.

Aktivitas di salah satu gerai percetakan di Jakarta, Rabu (12/2). Industri percetakan atau grafika diramal masih bertumbuh pada 2020. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Era Industri 4.0 telah merevolusi wajah industri grafika di tanah air. Teknologi dan digitalisasi memungkinkan berbagai manufaktur terhubung secara digital. Mulai dari 3D printing, robotik serta beragam jenis teknologi lainnya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Saat ini terdapat dua pilihan besar untuk industri grafika. Pertama, tetap berjalan di jalur konvensional (offset printing) atau beralih ke bisnis kemasan yang tengah mengalami kenaikan permintaan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Berdasarkan laporan IDC 2016 industri percetakan dan printing diseluruh dunia berkembang hingga 2017 mencapai US$9 Miliar. Angka tersebut mengalami kenaikan dibanding 2021 yaitu US$5,3 miliar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
BPS menaksir produksi manufaktur sedang dan besar naik 4,01 persen pada 2018. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya produksi industri percetakan dan reproduksi media rekaman sebesar 19,58 persen. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
IDC juga mengungkapkan bahwa industri penerbitan, percetakan, packaging dan iklan akan terus bertumbuh. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Tahun ini, pertumbuhan industri percetakan dan printing diprediksi mencapai US$47,2 miliar di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, industri penerbitan diprediksi tumbuh menjadi 14,9 persen. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Ruang lingkup pekerjaan bidang ini luas. Salah satunya, desainer yang mampu mengerti secara teknis bagaimana sebuah visual atau informasi yang tercetak dapat sampai ke konsumen. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Industri grafika dituntut untuk menjadi kreatif. Industri ini diharapkan mempunyai ide untuk mengembangkan produk grafika, baik dari bahan dasar polimer ataupun medianya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).