"Kami hitung bisa dorong sampai ke 0,2 persen-0,3 persen. Jadi ada offset (penyeimbang) di sana, dampak negatif virus kena di sana tetapi dampak positif RUU Ciptaker bisa gantikan itu," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono, Rabu (12/2).
Ia menjelaskan aturan tersebut akan mempermudah sekaligus mendorong pertumbuhan investasi. Ketika investasi bertambah, lapangan kerja diperkirakan ikut tumbuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Turun 2 persen dari US$14,4 triliun itu pengaruhnya ke dunia luar biasa. Dan china adalah mitra dagang hampir sebagian besar negara di dunia," ucapnya.
Pemerintah memprediksi koreksi ekonomi Negeri Tirai Bambau membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia turun di rentang 0,11 persen-0,3 persen pada 2020. Namun, dengan pemberlakuan omnibus law dapat menambal potensi penurunan pertumbuhan ekonomi itu.
[Gambas:Video CNN]
"Jadi pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi di 2020 kami targetkan 5,3 persen," katanya.
Sebagai informasi, pemerintah telah menyerahkan surat presiden (surpres) dan draf RUU omnibus law Ciptaker kepada pimpinan DPR Puan Maharani pada Rabu (12/2). Pada akhir Januari, pemerintah juga telah menyampaikan draf RUU omnibus law perpajakan kepada anggota dewan.