Minyak Dunia Menguat Ditopang Pemangkasan Produksi

CNN Indonesia | Jumat, 14/02/2020 06:53 WIB
Minyak Dunia Menguat Ditopang Pemangkasan Produksi Minyak dunia menguat ditopang harapan pasar atas penurunan produksi minyak OPEC. (CNN Indonesia/Agus Triyono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak dunia menguat pada Kamis (13/2) . Kenaikan harga minyak mentah ditopang prospek pengurangan produksi oleh negara produsen

Mengutip Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April naik 55 sen atau 1 persen menjadi US$56,34 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik 25 sen atau 0,5 persen ke level US$51,42 per barel.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menurunkan perkiraan permintaan minyak 200 ribu barel per hari (bph) pada 2020. Hal ini membuat OPEC dan dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+ memangkas produksi lebih lanjut. Rusia, sebagai sekutu OPEC akhirnya memberikan isyarat pengurangan produksi setelah sebelumnya mengaku masih butuh waktu untuk mempertimbangkan pemangkasan.


"Rusia telah cukup banyak mengisyaratkan bahwa semuanya dalam OPEC+ memberikan pengurangan produksi lebih dalam," kata analis pasar senior di OANDA di New York Edward Moya. 

Kabar itu membuat investor sedikit berpaling dari sentimen Virus Corona yang hingga Kamis (13/2) telah membunuh 1.310 orang dan menginfeksi 48.206 orang lainnya.

Wabah itu menekan permintaan minyak di China, sebagai konsumen minyak terbesar kedua di dunia. Pasalnya, pemerintah membatasi perjalanan dan melakukan karantina untuk mencegah penyebaran virus.

Imbasnya, National Chemical Corp, perusahaan pengilangan China, mengatakan akan menutup produksi pabrik 100 ribu barel per hari dan memangkas pengolahan di dua pabrik lainnya.

Melihat kondisi itu, Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan permintaan minyak pada kuartal pertama 2020 akan turun untuk pertama kalinya dalam 10 tahun. Permintaan minyak kembali menguat pada kuartal kedua.

"(Perlu) dicatat bahwa proyeksi ini mengasumsikan pemulihan pola V dalam permintaan minyak. Sebagian besar penurunan terkonsentrasi pada kuartal pertama 2020," kata analis BNP Paribas Harry Tchilinguirian.
[Gambas:Video CNN]



(ulf/agt)