Kepala BKPM Pede Peringkat Kemudahan Usaha Naik Jadi 53

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 11:25 WIB
Kepala BKPM Pede Peringkat Kemudahan Usaha Naik Jadi 53 Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menargetkan kenaikan peringkat dari 73 ke 53 dilakukan dengan mengurai investasi mangkrak. (Setkab.go.id/Oji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menargetkan kemudahan berusaha (Ease of Doing Business/EoDB) Indonesia mampu mencapai peringkat 53, atau minimal 60 pada 2020. Ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memperbaiki iklim usaha di Indonesia.

"Tahun ini targetnya di angka 53, minimal di angka 60," katanya, Senin (17/2).

Untuk diketahui, Jokowi menginginkan peringkat kemudahan berusaha Indonesia naik di posisi 40. Saat ini, Indonesia menempati peringkat ke 73 dalam laporan EoDB yang dibuat oleh Bank Dunia.


Untuk mencapai impian tersebut, Bahlil menuturkan BKPM melakukan berbagai upaya. BKPM, kata Bahlil, berusaha mengurai investasi mangkrak senilai Rp708 triliun. Ia mengklaim pihaknya berhasil menuntaskan Rp200 triliun investasi mangkrak dalam kurun waktu tiga bulan.

"Menyelesaikan ini tidak cukup pendekatan regulasi tetapi juga terjun ke lapangan," ucapnya.

Selain itu, BKPM akan memaksimalkan perannya melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha. Dalam Inpres tersebut, kementerian/lembaga (K/L) mendelegasikan perizinan berusaha dan pemberian fasilitas insentif fiskal kepada BKPM.

Dengan demikian, maka pengusaha lebih mudah dalam mengurus proses perizinan usaha. Lebih lanjut, BKPM juga menyederhanakan prosedur perizinan usaha.

"Ini dilakukan dalam rangka menyongsong agar peringkat EODB naik dari 73 menjadi 40," ujarnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini mengaku siap mundur dari jabatannya bila peringkat EoDB tidak mencapai peringkat 50 besar pada 2023. Hal tersebut tersebut merupakan janjinya ke Kepala Negara.

Ia mengatakan pemunduran diri akan dilakukannya usai evaluasi dari Jokowi. Namun, ia memastikan para pegawai BKPM akan tetap 'aman' di jabatan mereka.

"Fair saja, kalau pegawai BKPM tidak mungkin dipecat, ya berarti ke mana, ke kepala-nya? Kalau peringkat 50 di tahun keempat tidak juga, saya siap mundur karena pejabat itu harus bantu negara, bukan jadi beban," ungkap Bahlil.

[Gambas:Video CNN]


(ulf/age)