Tunda Bayar Bunga Obligasi, BEI Suspensi Saham Tiphone

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 15:15 WIB
Tunda Bayar Bunga Obligasi, BEI Suspensi Saham Tiphone BEI menghentikan sementara perdagangan saham Tiphone karena penundaan membayar bunga obligasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) memberhentikan sementara perdagangan saham PT Tiphone Mobile Indonesi Tbk mulai hari ini Selasa (18/2).

Dalam pengumuman BEI, emiten dengan kode TELE tersebut dikenakan suspensi karena penundaan pembayaran bunga ke-4 dan pelunasan pokok atas obligasi berkelanjutan II Tiphone tahap I tahun 2019.

"Maka bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara Perdagangan Efek (saham dan obligasi) PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. (TELE, TELE01CCN2, TELE01BCN3, TELE02CN1, TELE02CN2) di seluruh pasar terhitung sejak sesi I perdagangan efek tanggal 18 Februari 2020," tulis pengumuman BEI, Selasa (18/2).


BEI mengungkap penghentian saham ini dilakukan hingga pengumuman lebih lanjut.

Menanggapi suspensi tersebut, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengeluarkan surat tertanggal 18 Februari 2020.

Dalam surat tersebut KSEI mengungkap dana bunga ke-4 (empat) dan pelunasan pokok serta denda keterlambatan pembayaran telah diterima secara penuh oleh KSEI.

"Dengan demikian, kami sampaikan bahwa Pembayaran Bunga ke-4 (empat) dan Pelunasan Pokok serta denda keterlambatan pembayaran atas Obligasi Berkelanjutan II Tiphone Tahap I Tahun 2019 akan dilaksanakan pada 19 Februari 2020," tulis KSEI.

Satu hari sebelumnya, KSEI mengungkap pembayaran bunga dan pelunasan pokok kepada pemegang obligasi Tiphone yang seharusnya dilaksanakan pada 18 Februari 2020 ditunda.

"Sehubungan dengan belum efektifnya dana bunga ke-4 dan pelunasan pokok obligasi berkelanjutan II Tiphone tahap I tahun 2019 di rekening KSEI secara penuh sesuai waktu yang telah ditentukan, bersama ini kami sampaikan bahwa pembayaran bunga dan pelunasan pokok kepada pemegang obligasi yang seharusnya dilaksanakan pada 18 Februari 2020 ditunda," tulis KSEI.

[Gambas:Video CNN]


(age/sfr)