Pasar Khawatir Virus Corona, Rupiah Lesu ke Rp13.694

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 16:43 WIB
Pasar Khawatir Virus Corona, Rupiah Lesu ke Rp13.694 Rupiah melemah 0,25 persen ke Rp13.694 per dolar AS karena kekhawatiran pelaku pasar terhadap virus corona. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di Rp13.694 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (18/2) sore. Mata uang Garuda tersebut melemah 0,25 persen dibandingkan nilai pada penutupan perdagangan pada Senin (17/2).

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.676 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi Senin (17/2), yakni Rp13.693 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea melemah 0,47 persen, lira Turki 0,40 persen, dan yuan China melemah 0,35 persen.


Selanjutnya, rupee India melemah 0,32 persen, dolar Taiwan sebesar 0,29 persen, ringgit Malaysia 0,24 persen, diikuti dolar Singapura sebesar 0,24 persen serta dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar AS. Di sisi lain, penguatan hanya terjadi pada yen Jepang sebesar 0,13 persen terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak melemah terhadap dolar AS. Terpantau, dolar Australia dan dolar Kanada melemah dengan nilai masing-masing sebesar 0,48 persen dan 0,20 persen. Selain itu, euro juga melemah 0,09 persen, dan poundsterling Inggris terpantau melemah 0,22 persen terhadap dolar AS.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai pelemahan rupiah hari ini disebabkan oleh kekhawatiran pasar atas penyebaran wabah virus Corona.

"Pelemahan rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi oleh penyebaran wabah Virus Corona secara agresif yang bisa mengancam instabilitas moneter apabila tidak ditangani secara serius oleh seluruh stakeholder," kata Nafan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (18/2).

Akibat wabah virus corona, pasar kini mengkhawatirkan dampak perlambatan ekonomi karena harga aset berisiko termasuk rupiah yang tertekan.

Diketahui, indeks saham Asia, seperti Nikkei dan Hang Seng pun ditutup melemah. Selain itu, indeks saham Eropa seperti DAX Jerman juga dibuka turun karena sentimen tersebut.

"Selain itu, minimnya data makroekonomi Indonesia juga memberikan high market impact," tambahnya.

Lebih lanjut, Nafan memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.645 hingga Rp13.730 pada perdagangan Rabu (19/2) esok.

[Gambas:Video CNN]


(ara/bir)