Hendi Prio Santoso, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, menilai kelebihan pasokan karena izin pembukaan pabrik baru belum disetop.
Ia membandingkan iklim usaha industri semen di Vietnam, misalnya, dalam menghadapi over supply, pemerintahnya segera menerbitkan izin tidak membuka pabrik baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apabila tidak (dimoratorium), ini akan mempersulit dan makin membuat persaingan tidak sehat di dalam industri semen," terang dia.
Selain moratorium aturan, Hendi juga meminta revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Impor Semen.
Rekomendasi lainnya, lanjut Hendi, adalah perbaikan kualitas aturan mengenai izin galian C alias pertambangan untuk bahan baku, seperti tanah liat atau batu kapur.
Hendi merasa izin Galian C yang selama ini hanya dilakukan melalui Pemda harus turut dikaji oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sehingga tidak memberatkan pasokan.
Senada dengan Hendi, Direktur Utama Semen Baturaja Jobi Triananda juga menyebut kelebihan pasokan semen nasional telah berdampak, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.
Ia mengatakan kelebihan suplai tersebut cukup besar dan mengganggu pasar, sehingga menekan harga penjualan di daerah tersebut. "Harga hari ini kami harus menjual dengan sangat-sangat tipis sekali untuk menciptakan keuntungan, mengingat sangat kerasnya persaingan di tingkat retail," keluhnya.
[Gambas:Video CNN]
(ara/bir)