Dirut Asabri Minta Polisi Tagih Kerugian Investasi Rp11,4 T

CNN Indonesia | Rabu, 19/02/2020 15:08 WIB
Dirut Asabri Minta Polisi Tagih Kerugian Investasi Rp11,4 T Dirut Utama Asabri Sonny Widjaja akan meminta bantuan polisi menagih kerugian investasi Rp11,4 triliun. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama PT Asabri (Persero) Sonny Widjaja mengaku akan meminta keterlibatan pihak kepolisian dalam proses penagihan kerugian investasi BUMN asuransi khusus TNI dan Polri tersebut sebesar Rp11,4 triliun.

"Ini upaya kami, walau ke depan (penagihan) tidak akan mudah untuk diwujudkan, dengan keterbatasan kami mau memberdayakan kepolisian untuk menagih," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (19/2).

Upaya penagihan, lanjut Sonny, merupakan solusi perseroan dalam mengatasi kerugian. Apalagi, Benny Tjokrosaputro, dirut PT Hanson Internasional berjanji untuk membayar kerugian sebesar Rp5,6 triliun.


Tak cuma Benny, Heru Hidayat selaku komut Trada Alam Minera juga menyanggupi untuk mengembalikan kerugian atas investasi saham dan reksa dana sebesar Rp5,8 triliun.

"Kami sudah meminta pertanggungjawaban kepada saudara HH dan BTJ dalam rangka pemulihan terhadap penurunan nilai aset investasi Rp11,4 triliun. Pernyataan komitmen tanggung jawab sudah ditandatangani oleh saudara HH dan istri BTJ," ungkap Sonny.

Upaya lain untuk mengatasi kerugian yang membengkak, yakni memanggil dan meminta 12 manajer investasi lainnya untuk meningkatkan kinerja pengelolaan portofolio investasi seperti yang dijanjikan dalam prospektus.

"Kami sedang melakukan pemanggilan terhadap 12 manajer investasi, pemanggilan akan dilanjutkan agar mereka (manajer investasi) ikut bertanggungjawab dalam memperbaiki portofolio investasi," imbuh dia.

Untuk menyehatkan perusahaan asuransi khusus TNI dan Polri tersebut, Sonny mengaku akan memetakan aset investasi yang tidak produktif dan mengubah strategi investasi dari agresif menjadi konservatif.

Sekadar mengingatkan, utang yang lebih besar dari aset perusahaan membuat rasio kecukupan modal/solvabilitas (risk based capital/RBC) negatif 571,17 persen pada 2019. Sampai awal 2020 ini, RBC perseroan masih negatif, bahkan lebih parah hingga minus 643,49 persen.

Untuk mengembalikan kesehatan perusahaan dengan RBC 120 persen atau sesuai ketentuan, Asabri membutuhkan tambahan dana sebesar Rp7,26 triliun.

[Gambas:Video CNN]


(wel/bir)