Freeport Setor Rp273 T Sejak Era Soeharto hingga Jokowi

CNN Indonesia | Rabu, 19/02/2020 20:46 WIB
Freeport Setor Rp273 T Sejak Era Soeharto hingga Jokowi Freeport Indonesia tercatat telah setor Rp273 triliun sepanjang 26 tahun beroperasi di Indonesia. (Dok. PT Freeport Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Freeport Indonesia mengklaim telah memberikan manfaat langsung kepada Indonesia sebesar US$19,5 miliar setara Rp273 triliun (mengacu kurs Rp14 ribu) dalam kurun waktu 1992-2018. Manfaat langsung itu meliputi setoran pajak, royalti, dividen, dan pembayaran lainnya.

Direktur Utama Freeport Indonesia Clayton Allen Wenas alias Tony Wenas mengatakan selain manfaat langsung, perusahaan tambang itu juga menyumbang manfaat tidak langsung. Dari manfaat tidak langsung, Indonesia menerima kurang lebih US$41,9 miliar.

"Ada manfaat tidak langsung seperti pembayaran gaji karyawan, pembelian dalam negeri, pengembangan masyarakat, pembangunan daerah, dan investasi dalam negeri," tuturnya, Rabu (19/2).


Jumlah sumbangan kepada negara mewakili 59 persen dari total manfaat operasional Freeport Indonesia. Jumlah yang diterima oleh Indonesia lebih besar dibandingkan setoran yang diterima oleh Freeport McMoran, yaitu US$13,5 miliar.

Dari total setoran yang diterima negara, rinciannya meliputi dividen pemerintah kepada PT Inalum (Persero) sebesar US$1,6 miliar, royalti US$2,33 miliar, dan pajak serta pungutan lainnya sebesar US$15,58 miliar.

Pajak serta pungutan lainnya meliputi Pajak Penghasilan (PPh) Badan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), iuran tetap, pajak karyawan, bea masuk, serta pajak dan retribusi daerah.

Sebagai informasi, Indonesia resmi memiliki 51,23 persen saham Freeport Indonesia pada 2018 lalu. Selama ini, negara hanya mempunyai 9,36 persen saham Freeport Indonesia, sementara 90,64 persen sisanya masih dikuasai oleh Freeport-McMoran.

Dari 51,23 persen saham Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero) menguasai 26,23 persen secara langsung. Sementara, 25 persen saham sisanya akan dimiliki oleh PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPMM) yang merupakan perusahaan patungan Inalum dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Mimika dan Pemprov Papua. Kepemilikan saham IPMM terdiri dari 60 persen dikuasai Inalum dan 40 persen BUMD Papua.

[Gambas:Video CNN]


(ulf/age)