Direktur Utama Freeport Indonesia Clayton Allen Wenas alias Tony Wenas mengatakan proses penambangan pada open pit selesai pada 2019. Selanjutnya perusahaan tambang itu mulai menambang pada tambang bawah tanah di 2020.
Untuk diketahui tambang open pit milik Freeport Indonesia adalah Grasberg open pit. Sementara tambang bawah tanah yaitu DOZ Block Cave dan Grasberg Block Cave.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah 2041 masih ada cadangan. Dari tambang bawah tanah Kucing Liar Blok Cave sampai 2050. Lalu di bawahnya masih ada cadangan yang jumlah cukup besar bisa lebih dari 2050. Tapi kami fokus 2041 karena izin berakhir di 2041," paparnya.
Penurunan produksi tak hanya berdampak pada kinerja perseroan. Transisi tambang itu juga menekan pertumbuhan ekonomi Papua.
Menurut data BPS, ekonomi Papua kuartal I 2019 minus 18,66 persen. Kemudian, kuartal II 2019 minus 23,91 persen, kuartal III 2019 minus 15,05 persen, dan kuartal IV 2019 minus 3,73 persen.
"Tentunya ada beberapa penerimaan daerah yang berkurang karena produksi kami juga berkurang. Ada beberapa pajak daerah yang berkurang. Ya kalau 50 persen bayangkan saja 50 persen yang berkurang," papar VP Corporate Communication PT Freeport Indonesia Riza Pratama.
Akan tetapi, Riza mengaku tidak mengetahui kontribusi Freeport Indonesia ke Papua. Namun demikian, ia memastikan jika tambang bawah tanah beroperasi, maka sumbangan Freeport Indonesia kembali normal.
"Tambang terbukanya sudah selesai. Tambang bawah tanahnya masih belum optimal. Jadi sebenarnya ada gap aja, bukan karena ada penurunan produksi," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/agt)