Cegah Penyebaran Virus Corona, China Hancurkan Uang Tunai

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 20:02 WIB
Bank Central China akan menghancurkan uang tunai yang berpotensi terinfeksi virus corona. Bank Central China akan menghancurkan uang tunai yang berpotensi terinfeksi virus corona. (NICOLAS ASFOURI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Central China akan menghancurkan uang tunai yang berpotensi terinfeksi virus corona. Ini merupakan upaya bersih-bersih untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dikutip dari CNNBusiness, virus bernama resmi Covid-19 tersebut memang tidak bisa menular melalui benda mati.

Namun, orang yang terjangkit bisa menularkan melalui cairan ketika memegang barang mati seperti dari ludah, keringat dan lainnya. Menurut WHO, setidaknya virus tersebut bisa bertahan beberapa jam di permukaan.


Hal tersebut menjadi salah satu alasan bangunan di daerah yang terkena dampak wabah secara teratur dibersihkan menggunakan disinfektan dari mulai tombol lift, pegangan pintu dan permukaan yang sering disentuh lainnya.

Uang tunai pun termasuk karena menjadi salah satu barang yang berpindah tangan sangat sering. Pemerintah pusat mengungkap semua bank di China harus mencuci uang tunai mereka, mendisinfeksi dengan sinar ultraviolet dan suhu tinggi, kemudian menyimpannya selama tujuh hingga 14 hari sebelum melepaskannya kepada pelanggan.

Uang tunai yang berasal dari daerah infeksi berisiko tinggi, seperti rumah sakit dan pasar basah, akan diperlakukan secara khusus dan dikirim kembali ke bank sentral alih-alih disirkulasi ulang. Bank Central cabang Guangzhou akan menghancurkan uang kertas yang berisiko tinggi.

Untuk menebus pasokan yang 'hilang' karena dibakar atau dibersihkan, bank akan mengeluarkan sejumlah besar uang tunai baru yang tidak terinfeksi. Pada Januari, bank central mengalokasikan 4 miliar yuan (sekitar US$73,5 juta) dalam bentuk uang kertas baru ke Wuhan, kota di mana wabah dimulai.

Langkah-langkah yang dilakukan perbankan termasuk menangguhkan transfer tunai fisik antara provinsi-provinsi yang tertimpa bencana, untuk membatasi kemungkinan penularan virus selama transit tunai.

CNNBusiness mengungkap tidak jelas bagaimana uang tunai terinfeksi di China sebenarnya. Pasalnya, virus kemungkinan mati setelah beberapa jam berada di permukaan, terutama jika telah dibunuh dengan disinfektan.

Selain itu, sebagian besar orang di pusat kota tidak menggunakan uang tunai karena menggunakan aplikasi pembayaran seluler. Tetapi seperti yang ditemukan oleh penelitian sebelumnya, uang bisa sangat kotor. Setiap dolar, diteruskan dari orang ke orang dan meneruskannya ke orang berikutnya.

Sebuah studi di New York pada 2017, berbagai hal terdapat pada uang kertas dolar AS termasuk DNA dari hewan peliharaan, jejak obat-obatan, bakteri dan virus. Walaupun, penularan penyakit dari uang jarang terjadi.

Wabah virus corona membuat bisnis China terdampak. China memproyeksi telah kehilangan biaya US$62 miliar. Para ahli memperingatkan bahwa jika bisnis benar-benar tutup dan tidak dapat bertahan dari penangguhan yang berkepanjangan, maka dapat mengakibatkan PHK massal, pengangguran, dan penyitaan perumahan.

[Gambas:Video CNN]


(age/bir)