Temuan Cadangan Emas Bakal Kerek Serapan Tenaga Kerja di NTB

CNN Indonesia | Jumat, 21/02/2020 10:43 WIB
Temuan Cadangan Emas Bakal Kerek Serapan Tenaga Kerja di NTB Kementerian ESDM meyakini penemuan cadangan emas di NTB akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Ilustrasi. (Stevebidmead/Pixabay).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian ESDM menilai penemuan deposit bijih tembaga-emas Onto di Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu, Nusa Tembaga Barat (NTB) akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja setempat lebih banyak.

Sebelumnya, deposit bijih tembaga-emas itu ditemukan oleh PT Sumbawa Timur Mining (STM) yang telah melakukan eksplorasi di wilayah Kontrak Kerja (KK) Proyek Hu'u sejak 2010. STM merupakan perusahaan patungan antara Eastern Star Resources Pty Ltd (80 persen), anak perusahaan yang 100 persen sahamnya milik Vale SA, dan PT Antam Tbk (20 persen).

"Saat ini proyek tersebut mempekerjakan hampir 600 karyawan termasuk kontraktor, di mana 70 persen di antaranya berasal dari lingkungan sekitar proyek eksplorasi," ungkap Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Kamis (20/2).


Selanjutnya, STM akan melanjutkan pemboran di dalam dan di sekitar wilayah deposit Onto untuk menentukan batas dan meneruskan kedalaman dari mineralisasi.

Pastinya tenaga kerja setempat akan terus bertambah, meneruskan eksplorasi, dan lebih-lebih nanti jika berlanjut ke fase eksploitasi," tuturnya.

Agung mengungkapkan deposit sumber daya mineral Onto pertama kali ditemukan pada Agustus 2013 dan sejak saat itu sebanyak 64 lubang pemboran (setara dengan 61 ribu meter) telah dilakukan untuk menentukan ukuran, luas dan karakteristik sumber daya mineral.

Berdasarkan perkiraan sumber daya mineral yang dilakukan STM per Desember 2019, total sumber daya mineral sebanyak 0,76 miliar ton, terdiri dari 0,93 persen tembaga, 0,56 gram/ton (g/t) emas, dan total sumber daya mineral Tereka sebesar 0,96 miliar ton, masing-masing 0,87 persen tembaga dan 0,44 g/t emas.

Angka tersebut setara dengan total 1,7 miliar ton yang terdiri dari 0,89 persen tembaga dan 0,49 g/t emas. Selain sumber daya mineral di atas, target eksplorasi di sekitar area juga ditetapkan sebesar 0,6-1,7 miliar ton, masing-masing 0,2-0,7 persen tembaga dan 0,1-0,3 g/t emas.

[Gambas:Video CNN]

Direktur Utama STM Bede Evans mengatakan akan melanjutkan pemboran di dalam dan di sekitar wilayah deposit Onto untuk menentukan batas, termasuk kedalaman dari mineralisasi.

"Penemuan potensi sumber daya Onto menggambarkan nilai dan peluang yang dimiliki proyek Hu'u. Saat ini, proyek Hu'u pada tahap eksplorasi, kami harap dapat melanjutkan proyek ini untuk membangun operasi penambangan kelas dunia di Indonesia," ujar Evas dalam keterangan resmi.

Perusahaan tambang ini telah menyelesaikan negosiasi amandemen KK dengan Pemerintah Indonesia pada 7 Mei 2019 sebagai dasar bagi perusahaan melanjutkan kegiatan eksplorasi untuk menentukan sumber daya dan cadangan mineral di wilayah KK PT STM. Dengan Amandemen KK ini, perusahaan akan memastikan kelayakan teknis dan ekonomis dari operasi penambangan block cave Proyek Hu'u.



(sfr)