Pengaruh tersebut membuat pelemahan ekonomi akibat 'infeksi' virus corona menjadi tak terhindarkan.
"Virus corona berpotensi mengurangi pertumbuhan ekonomi 2020 sebesar 0,3 persen. Asumsi makro ekonomi kita ikutin internasional, tapi tentu kami harus punya best effort untuk menahan ancaman itu," katanya pada Senin, (24/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, Bahlil bilang pengaruh virus corona terhadap realisasi investasi belum terlihat. Hal itu juga berlaku dari negara lain, seperti Korea Selatan yang juga terjangkit virus corona.
"Sampai sekarang realisasi investasi sampai Februari masih bagus. Harapan saya virus corona bisa cepat berlalu," ujar Bahlil.
Bahlil menyatakan peningkatan investasi dari China lantaran Negeri Tirai Bambu itu sedang agresif memborong proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia. Padahal, proyek itu juga ditawarkan ke negara lain.
"Kami menawarkan investasi ke semua negara. Indonesia tidak memberikan prioritas hanya untuk China, tapi China lebih agresif. Mereka (China) berani," kata Bahlil.
Secara keseluruhan, realisasi investasi yang masuk ke Indonesia tahun lalu sebesar Rp809,6 triliun. Angkanya naik Rp88,3 triliun atau 12,24 persen dari 2018 yang sebesar Rp721,3 triliun.
Realisasi investasi itu terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp423,1 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp386,5 triliun.
[Gambas:Video CNN]
(aud/wel/agt)