Melihat Beda Negara Berkembang dan Maju Gelar Baru AS ke RI

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 07:25 WIB
Melihat Beda Negara Berkembang dan Maju Gelar Baru AS ke RI Negara berkembang dan negara maju memiliki perbedaan terkait pendapatan per kapita. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat (AS) mencoret Indonesia dari daftar negara berkembang di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Pencoretan disampaikan lewat Kantor Perwakilan Perdagangan atau USTR.

Indonesia tak sendiri. AS juga mengeluarkan China dan India dari daftar negara berkembang. Dengan demikian, Indonesia, China, dan India kini sudah masuk dalam daftar negara maju versi AS.

Lalu, sebenarnya apa sebenarnya perbedaan negara berkembang dan negara maju?


Dikutip dari berbagai sumber, WTO sebenarnya tidak memiliki definisi khusus mengenai negara berkembang maupun negara maju. Masing-masing negara bisa menentukan sendiri apakah masuk negara maju dan berkembang. Kemudian, negara lain bisa menilai keputusan pemerintah negara lain dalam menentukan kelompok negaranya.

Namun, sumber lain menyebutkan bahwa negara berkembang dapat diartikan sebagai negara yang memiliki kegiatan ekonomi dan industri rendah. Tak hanya itu, mayoritas penduduknya juga memiliki penghasilan rendah.

Sementara itu, Bank Dunia (World Bank) membuat empat kelompok negara yang disesuaikan dengan pendapatan per kapitanya. Pertama, negara dengan pendapatan per kapita sebesar US$975 per tahun masuk sebagai negara berpendapatan rendah.

Kedua, negara yang memiliki pendapatan per kapita antara US$976 per tahun dan US$3.855 per tahun masuk sebagai negara pendapatan menengah bawah. Ketiga, negara yang masuk sebagai negara pendapatan menengah atas memiliki pendapatan per kapita US$3.856 per tahun dan US$11.905 per tahun.

Keempat, negara dengan pendapatan per kapita sebesar US$11.906 per tahun atau lebih masuk sebagai negara pendapatan tinggi. Bank Dunia menyebut negara yang masuk dalam daftar pendapatan rendah dan menengah disebut sebagai negara berkembang.

[Gambas:Video CNN]
Sementara, negara dengan pendapatan tinggi masuk sebagai negara maju. Ini artinya, negara yang memiliki pendapatan minimal US$11.906 per tahun atau lebih bisa disebut sebagai negara maju.

Selain itu, negara maju biasanya memiliki standar hidup yang lebih tinggi. Pertumbuhan ekonomi di negara maju juga lebih merata dibandingkan dengan negara berkembang.

Sebelumnya, Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi menyebut ada beberapa ketentuan untuk mengklasifikasikan sebuah negara menjadi negara maju. Salah satunya, sektor industrinya harus mampu berkontribusi sedikitnya 30 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Kalau dilihat dari ukuran negara maju, Indonesia belum masuk ke sana, karena negara maju adalah negara yang kontribusi industrinya terhadap PDB sudah 30 persen ke atas," kata Fithra.

Kemudian, pendapatan per kapita negara maju harus di atas US$12 ribu per tahun. Namun, pendapatan per kapita Indonesia, baru sebesar US$4.000 per tahun.

Tak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau HDI juga menjadi salah satu tolak ukur. Semakin tinggi IPM, maka semakin tinggi kemakmuran masyarakat negara tersebut.

"Ditambah lagi dengan HDI kalau sudah di atas 0,85 itu sudah menjadi negara maju. Tapi kita (Indonesia) masih 0,7. Sebenarnya, sudah cukup baik, tapi belum bisa dikategorikan sebagai negara maju," jelas Fithra.

(aud/agt)