Saham-saham di Dunia 'Terinfeksi' Virus Corona

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 09:18 WIB
Saham-saham di Dunia 'Terinfeksi' Virus Corona Perdagangan saham di dunia rontok karena meluasnya penyebaran virus corona di luar China. Ilustrasi. (Chinatopix via AP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Virus corona menyerang pergerakan saham-saham di bursa global. Kekhawatiran wabah yang meluas ke luar China membuat investor bursa saham cemas. Hal tersebut ditandai oleh koreksi indeks Wall Street dalam enam sesi berturut-turut.

Indeks S&P 500 anjlok 4,42 persen. Dalam enam hari perdagangan, indeks S&P tercatat turun 12 persen hanya dalam enam hari perdagangan. Sementara, Dow Jones Industrial Average anjlok 4,42 persen, dan Nasdaq Composite rontok 4,61 persen.

Kecemasan investor terlihat jelas setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS mengonfirmasi infeksi covid-19 di California.


Di Inggris, saham-saham di bursa efek London jatuh 3,49 persen tercermin lewat indeks FTSE 100. Kerugian perusahaan-perusahaan kelas kakap yang tergabung indeks FTSE cukup signifikan.

Sementara di Jerman, indeks DAX 30 di bursa saham Frankfurt melorot 3,19 persen. Sebanyak 30 saham perusahaan-perusahaan besar berakhir di zona merah dengan kerugian 0,06 persen sampai 6,39 persen.

Dari Asia, bursa saham Korea Selatan ditunjukkan lewat indeks KOSPI rontok 1,49 persen, Nikkei 225 di Jepang melorot 3,11 persen.

Kekhawatiran penyebaran virus corona meningkat setelah kasus-kasus baru terungkap di luar China. Bahkan, kasus baru di luar China meningkat lebih cepat dibandingkan di China, pusat epidemi virus itu berasal.

Diperkirakan pasar saham di seluruh dunia telah kehilangan lebih dari US$3,4 triliun dalam lima hari perdagangan.

[Gambas:Video CNN]

(bir)