Pasalnya, insentif diberikan saat low season atau musim sepi liburan seperti saat ini.
"Indef nilai insentif pariwisata sudah tepat, tapi salah timing. Pas lagi low season kayak sekarang memang pada engga mau jalan-jalan," ujarnya pada Kamis (27/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, pemerintah menunjuk PT Pertamina (Persero) untuk memberikan diskon avtur ke maskapai mulai Maret hingga Mei 2020. Pemerintah akan mengucurkan Rp265,5 miliar kepada perusahaan pelat merah itu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menyatakan kebijakan ini dibuat demi meminimalisir dampak penyebaran wabah virus corona terhadap ekonomi dalam negeri.
[Gambas:Video CNN]
"Pertamina akan memberikan insentif berupa diskon avtur, dengan total diskon ini nilainya Rp265,5 miliar dan ini berlaku tiga bulan," ungkapnya.
Selain itu, pemerintah juga akan menyewa influencer asing untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Influencer yang berasal dari Amerika Serikat (AS), Eropa, Australia, India, dan Timur Tengah tersebut akan ditugaskan menarik wisatawan asing.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyatakan pihaknya akan melihat detail identitas calon influencer yang akan disewa. Salah satu tolak ukurnya adalah jumlah penonton atau viewers video YouTube milik influencer.
Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp72 miliar untuk membayar influencer tersebut. Namun, Wishnutama menegaskan bahwa dana tersebut tak semata-mata untuk influencer.
"Anggaran ini yang Rp72 miliar termasuk biro perjalanan. Jadi kerja sama dengan biro perjalanan dan joint promotion. Jadi ini besar," jelasnya.