Selamatkan Jiwasraya, BUMN Kaji Bentuk Holding Asuransi

CNN Indonesia | Selasa, 10/03/2020 06:57 WIB
Selamatkan Jiwasraya, BUMN Kaji Bentuk Holding Asuransi Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menyatakan pemerintah kaji pembentukan perusahaan asuransi selamatkan Jiwasraya. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian BUMN mengaku tengah mengkaji berbagai skema penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dengan panitia kerja (panja) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi VI dan Komisi XI. Beberapa skema tersebut meliputi pembentukan sub holding asuransi, perusahaan asuransi baru, dan penjualan aset perseroan.

"Yang pasti ada sub holding yang kami buat. Ada juga alternatif apakah akan membuat new co (new corporation) untuk asuransi. Nanti ada juga rencana untuk bagaimana pembelian-pembelian aset," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, Senin (9/3).

Arya menuturkan sub holding asuransi tersebut berpeluang untuk membeli aset Jiwasraya. Dengan demikian, perusahaan asuransi jiwa itu lebih cepat mendapatkan dana tunai sehingga bisa membayar tunggakan klaim kepada nasabah.


"Kalau tidak, nanti lama, proses penjualan aset bisa lama. Sekarang jual bangunan bisa setahun dua tahun baru laku, apalagi harganya jangan sampai tidak optimal," imbuhnya.

Selain itu, ia menuturkan pemerintah juga mengkaji pembentukan perusahaan asuransi baru. Bukan hanya solusi bagi Jiwasraya, perusahaan asuransi baru itu diharapkan dapat menjadi perusahaan asuransi handal.

Arya mencontohkan pemerintah telah berhasil menerapkan skema peleburan perbankan pelat merah menjadi entitas baru yang lebih handal, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank Mandiri, lanjutnya, adalah kumpulan dari bank-bank dengan kinerja buruk lalu kemudian disatukan.

Bank Mandiri sendiri terbentuk pada Juli 1999. Sebanyak empat bank pemerintah, yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia dilebur menjadi Bank Mandiri.

"Itu kan dari bank-bank yang sudah collapse, disatukan, dan Bank Mandiri termasuk bank andalannya pemerintah," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]
Ia mengaku kajian skema penyelamatan Jiwasraya dengan panja DPR telah mengerucut. DPR, lanjutnya, memberikan masukan-masukan positif tentang solusi Jiwasraya.

"Nah, mereka juga mengharapkan kami kemarin membuat solusi yang ke sana arahnya, tidak berhenti di penyelesaian Jiwasraya. Tapi ini jadi asuransi yang sangat kuat," katanya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN juga mewacanakan pembentukan induk usaha (holding) asuransi BUMN yang ditargetkan selesai pada Februari lalu. Namun, hingga memasuki Maret, holding belum terbentuk.

Holding perusahaan asuransi dipimpin oleh PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia atau BPUI (Persero). Anggota holding terdiri PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo (Persero), PT Jasa Raharja (Persero), dan PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo (Persero). Namun, dipastikan Jiwasraya tak masuk dalam holding BUMN asuransi tersebut.

(ulf/agt)