BPK Kantongi Nilai Pasti Kerugian Kasus Jiwasraya

CNN Indonesia | Rabu, 04/03/2020 20:50 WIB
BPK mengatakan lembaga tersebut sudah mengetahui nilai kerugian PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Tbk berdasarkan audit yang dilakukan. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna mengatakan lembaga tersebut sudah mengetahui nilai kerugian PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Tbk berdasarkan audit yang dilakukan.

Namun, ia belum dapat mengungkapkan hal tersebut kepada publik.

"Sudah dong (mengetahui kerugian). Tapi Enggak bisa (dipublikasikan)," kata Agung di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/3).


Dia menuturkan pihaknya akan melanggar kode etik jika nilai kerugian tersebut disampaikan kepada publik. Pasalnya, laporan hasil pemeriksaan perseroan asuransi pelat merah tersebut belum dirilis atau belum diserahkan kepada pihak-pihak yang akan menerima laporan.

Namun, ia kembali menegaskan bahwa data yang dimiliki BPK saat ini sudah cukup kokoh dan tervalidasi.


"Angkanya sudah firm, pihak-pihak yang menjawab sudah firm. Kami sedang berkomunikasi secara intensif dengan teman-teman Kejaksaan Agung sekarang," jelasnya.

Dia mengatakan data tersebut sudah dirampungkan pihak BPK dan Kejaksaan Agung dalam pekan ini.

"Sebenarnya minggu ini sudah (rampung), tapi biar kami firm, barang itu (data), sudah kami lakukan komunikasinya (dengan Kejagung). Hari Senin depan ini mungkin ya (dipublikasikan), mungkin siang," ungkapnya.

Lebih lanjut, Agung meminta masyarakat, khususnya nasabah Jiwasraya untuk dapat bersabar menunggu kepastian penyelesaian masalah perseroan asuransi pelat merah itu.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menyebut ada dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pemblokiran rekening efek yang masuk dalam pusaran transaksi saham kedua tersangka kasus Jiwasraya Benny Tjokro dan Heru Hidayat.

Akhir Januari lalu, Kejagung memblokir 800 sub rekening efek yang terkait dengan dugaan korupsi Asuransi Jiwasraya. Ada dugaan sebagian rekening efek tersebut digunakan sebagai rekening nominee atau rekening atas nama.

Terkait kasus dugaan korupsi, Kejagung menetapkan lima orang tersangka.


Tiga orang tercatat pernah menjadi petinggi di Jiwasraya antara lain mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, Mantan Kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, dan mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo.

Sementara, dua tersangka lainnya dari pihak swasta yakni Komisaris PT Hanson Tradisional Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. (ara/asa)