JK Proyeksi Panic Buying Karena Virus Corona Cuma Sepekan

CNN Indonesia | Rabu, 04/03/2020 14:44 WIB
JK menilai fenomena panic buying karena kekhawatiran penyebaran virus corona cuma berlangsung sepekan. JK menilai fenomena panic buying karena kekhawatiran penyebaran virus corona cuma berlangsung sepekan. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum PMI Jusuf Kalla atau JK memproyeksi fenomena berbelanja barang secara berlebihan atau panic buying karena kekhawatiran penyebaran virus corona cuma bakal berlangsung selama sepekan.

Ia menilai fenomena panic buying akan mereda sendirinya pada pekan depan. "Saya kira paniknya satu minggu ya. Kalau panic buying pada minggu ini, maka minggu depan akan berkurang," ujarnya di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Rabu (4/3).

Kendati terjadi panic buying, menurut JK, kebutuhan masyarakat diperkirakan tidak akan melonjak. Pemerintah pun sebelumnya telah memastikan pasokan bahan makanan masih mencukupi, termasuk stok masker dan hand sanitizer.


Pada Senin (2/3) lalu, pemerintah mengonfirmasi dua WNI terinfeksi virus corona. Sejak pengumuman itu diberitakan, warga berbondong-bondong menyerbu supermarket, ritel, hingga apotek.

Fenomena panic buying tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga wilayah-wilayah sekitar, termasuk Pontianak, Kalimantan Barat.

Tak hanya di Pontianak, warga Ambon, Maluku, juga terlihat mulai memborong masker di sejumlah apotek di Jalan Said Perintah, Sirimau, Ambon, Maluku.

Manager Apotek Gideon Marko mengatakan jumlah peminat masker di Ambon meningkat sejak pengumuman dua WNI positif virus corona.

Merespons hal tersebut, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra menegaskan bahwa oknum yang melakukan penimbunan bahan makanan terancam lima tahun bui.

[Gambas:Video CNN]


(rzr/bir)