"Walaupun sekarang di Tiongkok sudah mulai menurun kita masih mengamati dengan cermat walaupun tentu ada dampaknya kepada investasi yang ada paling tidak di Indonesia Timur sekarang yang sedang jalan jadi slow down," kata dia, di Kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (8/3).
Luhut mengatakan pemerintah sedang membuat perhitungan saat kondisi wabah di China mulai menurun. Pemerintah Indonesia, kata dia, pun selalu berkomunikasi dengan investor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari itu, Luhut menuturkan hingga saat ini tidak ada investor yang membatalkan investasinya di Indonesia.
"Its okay, enggak masalah. Yang saya suka, senang, belum ada minat orang batalkan investasinya," ujarnya lagi.
[Gambas:Video CNN]
Ia sebelumnya mengklaim pabrik bahan baku baterai lithium di IMIP akan menjadi pabrik bahan baku baterai terbesar di dunia. Pasalnya, seluruh proses akan terintegrasi di kawasan tersebut.
Investor asing yang menanamkan investasinya pada pendirian pabrik ini antara lain, perusahaan baterai terbesar China CATL, perusahaan daur ulang baterai GEM, Tsingshin Group, dan perusahaan Jepang Hanwa.
Investasi awal disebut Luhut mencapai US$720 juta. Namun, investor telah berkomitmen untuk menanamkan investasinya hingga US$4,2 miliar selama lima tahun ke depan.