Konferensi PBB tentang Perdagangan, Investasi dan Pembangunan (UNCTAD) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan melambat antara 0,5 dan 1,5 persen tahun ini, tergantung pada durasi wabah virus itu.
"Hal itu memberi tekanan pada FDI 5 hingga 15 persen," kata laporan itu, dikutip dari AFP, Senin (9/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan itu juga mencatat bahwa rata-rata 5.000 perusahaan multinasional teratas telah memperkirakan penurunan pendapatan mereka hingga 9 persen pada 2020 karena wabah Corona. Industri otomotif dan maskapai penerbangan disebut jadi yang paling terpukul.
[Gambas:Video CNN]
UNCTAD menekankan bahwa dampak wabah ini akan "tidak merata", dengan dampak terbesar dirasakan di negara-negara yang paling parah terkena wabah tersebut.
Meski begitu, badan PBB ini memperingatkan bahwa, "Goncangan [akibat] permintaan yang negatif dan dampak ekonomi pada gangguan rantai pasokan akan mempengaruhi prospek investasi di negara lain."
UNCTAD juga menyebut China, yang terpukul paling parah oleh wabah ini, merasakan "goncangan permintaan" yang paling serius. Misalnya, penurunan penjualan ke Toyota, yang melaporkan penurunan penjualan Toyota di negara itu hingga 70 persen pada Februari.
"Dampak ekonomi dari gangguan rantai pasokan akan mempengaruhi prospek investasi di negara lain," katanya.
(afp/arh)