Wabah Virus Corona, Kunjungan Wisman ke Pontianak Anjlok

CNN Indonesia | Selasa, 10/03/2020 11:44 WIB
Rata-rata penumpang di Bandara Supadio kurang dari 100 orang sejak pemerintah mengonfirmasi virus corona di RI. Pengecekan suhu tubuh penumpang di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (9/3). (CNN Indonesia/Reinardo).
Pontianak, CNN Indonesia -- Setelah Bali dan Bintan, kini giliran Pontianak yang mengklaim kehilangan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Bahkan, kunjungan wisman ke Pontianak disebut anjlok lebih dari dua kali lipat sejak pemerintah mengonfirmasi kasus virus corona di Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak-Kalimantan Barat Tatang Suheryadi bilang kedatangan dari luar negeri ke Pontianak turun drastis. "Biasanya rata-rata penumpang di Bandara Internasional Supadio kurang lebih 300 orang. Karena virus corona sekarang kurang dari 100 orang," ujarnya, Senin (9/3).

Menurunnya jumlah kedatangan turis dari luar negeri disebut telah mempengaruhi sektor perdagangan dan pariwisata, termasuk juga investasi.


"Mereka ke sini ada yang membawa investor, ada yang membawa modal. Karena virus corona, kami sangat merasakan sekali ekonomi Kalbar agak menurun," jelasnya.

Indikator lain yang menunjukkan ekonomi Pontianak terpengaruh adalah pelabuhan, yang menjadi jalur perdagangan. Kondisi pelabuhan mulai sepi.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kalimantan mengeluarkan health alert card atau kartu kewaspadaan kesehatan kepada penumpang angkutan udara dari luar negeri. Di dalam kartu itu, nantinya para penumpang akan mendeklarasikan kondisi kesehatannya.

Jika penumpang tersebut tidak menunjukkan gejala-gejala terinfeksi virus corona, maka kartu itu akan di pegang selama 14 hari. Kartu itu nantinya harus ditunjukkan kepada penyelenggara kesehatan jika penumpang melakukan berobat.

"Kartu itu bukan sebagai kartu bebas virus corona, tapi kartu untuk mengingatkan pasien dan fasiltas pelayanan kesehatan, baik dokter maupun rumah sakit, bahwa nanti kalau dia berobat kartu itu akan ditunjukkan oleh pasiennya, sehingga petugas kesehatan tahu dan patut diwaspadai," terang Harisson.

Harrison juga menegaskan pihaknya akan tetap mewaspadai dua penyakit yang sama-sama mematikan, yakni virus corona dan DBD.

"Jadi kami ini sekarang hati-hati dan mewaspadai virus corona nah. Ssaya harapkan teman-teman bisa waspada terhadap dua penyakit ini yang sama-sama mematikan," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]


(dho/bir)