Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman Edi Prio Pambudi mengatakan rencana impor beras diambil pemerintah karena melihat pola peningkatan kebutuhan beras setiap jelang Ramadan. Impor juga untuk meredam peningkatan inflasi mengingat kebutuhan beras akan tinggi jelang hari besar keagamaan.
"Impor beras tentu, kemudian gula, kedelai, dan lainnya," ungkap Edi, Rabu (11/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berhadapan dengan situasi spesial, bukan umum, jangan sampai terdampak krisis," tuturnya.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Bulog Bachtiar mengatakan pasokan beras di perusahaan pelat merah masih sekitar 1,6 juta ton. Kendati begitu, Bulog terus membuka potensi serapan beras dari petani lokal.
[Gambas:Video CNN]
"Makanya kami membangun silo-silo, setiap silo kapasitasnya 2.000 ton, jadi tiga tabung 6.000 ton. Kami akan serap di daerah produsen, di Jawa Tengah, Jawa Barat kalau ada," kata Bachtiar.
Sebelumnya, pemerintah juga sudah memastikan keputusan impor gula kristal mentah sebanyak 438,8 ribu ton. Langkah ini juga dalam rangka mengamankan kebutuhan jelang Ramadan.
Selain itu, guna meredam tingginya harga gula di masyarakat. Saat ini, harga gula mencapai kisaran Rp18 ribu per kilogram (kg) di masyarakat.