Jokowi Perintahkan Mendag Amankan Stok Pangan Jelang Ramadan

CNN Indonesia | Rabu, 04/03/2020 17:33 WIB
Jokowi Perintahkan Mendag Amankan Stok Pangan Jelang Ramadan Jokowi memerintahkan Kementerian Perdagangan jaga keamanan pasokan bahan pokok saat puasa. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto untuk memastikan ketersediaan dan kecukupan bahan pokok saat Ramadan.

Perintah dirasa perlu karena situasi saat ini sedang tidak normal setelah pengumuman dua WNI positif terinfeksi virus corona.

"Pasokan harus cukup. Ini sebentar lagi dihadapkan pada yang namanya Ramadan. Hati-hati loh ini. Kebutuhan pasokan bukan hanya untuk industri, tapi juga konsumsi," ucap Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3).


Ia mengatakan agar ketersediaan bahan pangan saat Ramadan cukup, Kementerian Perdagangan perlu menghitung dengan detail jumlah pasokan dan kebutuhan masyarakat. Perhitungan perlu dilakukan agar tak terjadi kekurangan bahan pangan saat bulan suci tiba.

"Sudah dekat dengan puasa, sehingga pasokan barang juga harus cukup. Hati-hati tolong dihitung. Ini untuk urusan bawang putih, urusan daging, urusan gula," terang Jokowi.

Jokowi tak ingin masyarakat panik karena kekurangan bahan pangan. Apalagi, masyarakat saat ini sedang panik setelah pemerintah mengumumkan terdapat dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif terserang virus corona.

Sejumlah masyarakat berbelanja bahan-bahan pokok dalam jumlah banyak di toko ritel. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat terjadi lonjakan pengunjung toko ritel sekitar 10 persen-15 persen pada Senin (2/3) kemarin.

"Masyarakat sudah khawatir virus corona, jangan sampai khawatir lagi karena pasokan barang tidak ada (saat Ramadan). Ini berbahaya. Tolong sekali lagi kerja jangan berdasarkan rutinitas," tegas Jokowi.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, Jokowi juga mewanti-wanti virus corona bisa berdampak pada inflasi. Jika ketersediaan pasokan kurang, otomatis harga jual akan meningkat di pasaran.

"Inflasi sudah dijaga dalam lima tahun ini, jangan sampai terganggu karena hal ini (virus corona). Bawang putih saja sudah menyumbang inflasi yang tidak kecil," ucap Jokowi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Februari 2020 sebesar 0,28 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Inflasi menurun dari Januari 2020 sebesar 0,39 persen.

Sementara inflasi secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) sebesar 0,66 persen. Sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 2,98 persen pada Februari 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mengatakan andil inflasi tertinggi disumbang oleh kelompok bahan makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,25 persen dengan inflasi mencapai 0,95 persen.

"Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah bawang putih dengan andil 0,09 persen, cabai merah 0,06 persen, daging ayam ras dan jeruk masing-masing berandil 0,02 persen," ungkap Yunita.

Ia menyatakan kenaikan harga bawang putih yang menyumbang inflasi nasional terjadi karena wabah virus corona. Hal ini membuat distribusi pasokan bawang putih terganggu, sehingga menekan pasokan dan mengerek harga bawang putih di Indonesia. (aud/agt)