Jumlah impor yang diberikan tersebut lebih rendah dari target sebelumnya yang mencapai 90 ribu ton. Agus mengatakan pihaknya akan menerbitkan izin impor secara bertahap.
"Ini kan ada proses. Dalam proses ada rekomendasi, tapi bukan serta merta angka yang keluar dengan volume yang sama," terang Agus di Jakarta, Kamis (12/3)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagi pula, tidak ada larangan untuk mengimpor bahan pangan dari China asalkan bukan binatang hidup. Hal ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 10 Tahun 2020 tentang Larangan Impor Sementara Binatang Hidup dari China.
Di samping itu, pemerintah juga akan segera mengimpor beras dalam waktu dekat guna menjaga pasokan di dalam negeri. Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman Edi Prio Pambudi menyatakan konsumsi beras setiap Ramadan meningkat dari bulan-bulan biasanya.
Hanya saja, ia enggan menjelaskan lebih lanjut jumlah impor beras yang akan dilakukan. Pasalnya, rencana ini masih dikaji dengan kementerian/lembaga (K/L) lain.
"Detailnya di Perum Bulog yang paham. Yang jelas, kami tidak coba untuk membatasi berapa, yang penting kalau kebutuhannya segitu, akan dipermudah," pungkas Edi.
[Gambas:Video CNN]
(aud/agt)