Jokowi Minta Anak Buah Jaga Stok Barang Jelang Ramadan

CNN Indonesia | Senin, 16/03/2020 19:19 WIB
Jokowi Minta Anak Buah Jaga Stok Barang Jelang Ramadan Presiden Jokowi meminta menteri terkait untuk menjaga stok pangan jelang ramadan. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto untuk menjaga stok barang jelang ramadan. Sebagai catatan, ramadan tahun ini dimulai pada bulan depan.

Ia mengaku telah mengingatkan 'pembantunya' terkait ketersediaan bahan pokok sejak dua pekan lalu. Perintah ini sekaligus diturunkan di tengah merebaknya virus corona.

"Saya sudah perintahkan Menko Perekonomian, Menteri Perdagangan agar menjaga stok barang terutama sembako. Bahan-bahan pokok betul-betul tersedia dan siap," ucap Jokowi, Senin (16/3).


Bahan-bahan pokok yang dimaksud khususnya, seperti beras, bawang putih, gula. Ia meminta agar ketersediaan bahan pangan ini khususnya dilakukan melalui Perum Bulog.

Sebelumnya, Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Bidang Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman Edi Prio Pambudi mengatakan pemerintah akan mengimpor beras agar pasokan di dalam negeri cukup hingga ramadan. Namun, belum diketahui berapa banyak volume impor tersebut yang akan dibuka.

"Detailnya di Bulog yang paham. Yang jelas, kami tidak coba untuk membatasi berapa, yang penting kalau kebutuhannya segitu, akan dipermudah," katanya.

Sementara, pemerintah akan menambah kuota impor gula kristal mentah (GKM) dan bawang bombai untuk meningkatkan jumlah pasokan di dalam negeri. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyatakan keputusan ini dilakukan untuk menjaga stok dan harga bahan pangan di tengah penyebaran virus corona.

Agus bilang jumlah impor gula akan ditambah sebesar 550 ribu ton dari sebelumnya yang sebanyak 438 ribu ton. Dengan demikian, total impor gula kristal mentah tahun ini sebanyak 988 ribu ton.

[Gambas:Video CNN]

"Saat ini stok di distributor diperkirakan sekitar 159 ribu ton," kata Agus.

Kemudian, pemerintah juga memperbanyak impor bawang bombai sebesar 14 ribu ton. Sebelumnya, pemerintah telah memberikan izin impor bawang bombai sebanyak 2.350 ton. Bawang bombai impor akan dikirim secara bertahap.

"Itu akan bertambah lagi, Rekomendasi Izin Impor Hortikultura (RIPH) ini dan akan diproses minggu depan sekitar 14 ribu ton untuk bawang bombai," pungkas dia.

(aud/sfr)