VP Investor Relations dan Corporate Communication PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) Ratih Darmawan Gianda mengaku tak bisa menyebut secara pasti berapa jumlah kerugian atau penurunan rata-rata kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan dalam dua hari imbauan tersebut berlaku. Namun, ia memperkirakan jumlah penurunan kunjungan secara umum dapat mencapai 20 persen.
"Kalau secara keseluruhan agak susah (menghitung angka pasti), karena banyaknya jumlah mal yang juga bervariasi di Indonesia. Tapi sekarang, secara kasar mungkin sekitar 20 persen, bergantung mal-nya di 2 hari terakhir ini, dan WFH sudah pasti berpengaruh," kata Ratih saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (17/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebutkan langkah tersebut mengarah pada efisiensi pengeluaran operasional secara internal, seperti meniadakan renovasi berkala, dan juga dari sisi rekrutmen pegawai.
"Eksternal kami tidak bisa apa-apa. Jadi, yang kami lakukan secara internal, seperti kami undur renovation untuk sistem penyimpanan. Kami fokus (mengatur) pengeluaran operasional yang bisa kami kontrol," jelasnya.
"Lalu untuk marketing dan promotion kami batasi sekali. Event-event semua diundur. Kami banyak reserve pengeluaran kami atur sehingga efisien, jadi enggak ada seperti launching, event, itu enggak ada dulu," ujarnya.
Selain itu, strategi negosiasi dengan para pemilik lahan juga diberlakukan pihak Ratih. Ia menjelaskan langkah tersebut biasa dilakukan dalam kondisi krisis yang pernah terjadi beberapa tahun lalu.
"Ini bukan yang pertama, krisis 1997-1998, dan SARS, kami juga melewati krisis 2008. Kami kan berpartner, di saat seperti itu land lord (pemilik lahan) mereka biasanya sangat mengerti dan memaklumi, jadi ada momen negosiasi juga, tentunya tergantung mall-nya juga," jelasnya.
"Tentunya ini masih proses, work from home juga kan masih dua hari," tuturnya.
Lebih lanjut, terlepas dari kondisi yang membuat konsumsi masyarakat lesu saat ini, Ratih mengaku kinerja dari mal rata-rata masih menunjukkan angka yang positif. Namun sayangnya, ia enggan merinci berapa dan tren angka tersebut selama virus corona mewabah.
"Sekarang sih sampai Februari masih positif (kinerja keuangan rata-rata pusat perbelanjaan)," pungkasnya singkat.
[Gambas:Video CNN]
(ara/sfr)