Sri Mulyani Realokasi Anggaran Rp62,3 T Redam Dampak Corona

CNN Indonesia | Jumat, 20/03/2020 16:42 WIB
Alokasi belanja APBN yang dialihkan untuk meredam wabah virus corona di antaranya terkait perjalanan dinas, belanja non operasioal, dan honor. Sri Mulyani akan merealokasi Rp62,3 triliun untuk penanganan penyebaran wabah virus corona. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan merealokasi dana senilai Rp62,3 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam dua hari ke depan. Realokasi itu dilakukan untuk menangani dampak pandemi virus corona atau covid-19.

Bendahara negara mengatakan realokasi bisa dilakukan dengan cepat karena tinggal mengubah alokasi belanja di Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA). Realokasi diambil dari berbagai pos anggaran.

"Sesuai yang disampaikan Presiden (Jokowi), ini menyangkut perjalanan dinas, belanja non operasional, honor-honor, dan dana yang terblokir, serta output cadangan," ucap Sri Mulyani, Jumat (20/3).


Khusus dari anggaran perjalanan dinas, Sri Mulyani menarik hampir separuhnya untuk dialihkan ke anggaran penanganan corona. "Perjalanan dinas anggaran tahun ini Rp4,3 triliun, diminta 50 persennya untuk prioritas yang baru," imbuhnya.

Selanjutnya, dana realokasi akan digunakan untuk beberapa pengeluaran prioritas di tengah tekanan virus corona. Mulai dari penyediaan fasilitas kesehatan dan obat-obatan, asuransi pegawai medis, perlindungan sosial bagi masyarakat, hingga insentif ke dunia usaha.

Di luar realokasi APBN, Sri Mulyani turut menginstruksikan agar kepala daerah melakukan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tujuannya, untuk menambah daya dukung aliran dana dalam menghadapi tekanan pandemi corona saat ini.

"Kami meminta agar APBD bisa diproritaskan untuk mengatasi hal ini (corona), khususnya lima provinsi, yaitu Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang paling besar konsentrasi dari terjadinya corona," jelasnya.

Menurut perhitungannya, setidaknya da Rp56 triliun sampai Rp59 triliun dana dari APBD yang bisa dialihkan untuk penanganan virus corona. Dana ini berasal dari transfer pemerintah ke keuangan daerah, termasuk dana desa.

[Gambas:Video CNN]

Penyebaran virus corona terus meluas ke berbagai negara. Berdasarkan data penyebaran virus corona dari Johns Hopkins CSSE pada Jumat (20/3) pukul 14.30 WIB, jumlah kasus positif di dunia mencapai 244.523. Dari jumlah tersebut, korban meninggal sebanyak 10.031 orang dan pasien sembuh 86.301 orang.

Sementara, hingga sore ini, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia telah mencapai 369 kasus, di mana 32 orang di antaranya meninggal dunia dan 17 orang dinyatakan sembuh.



(uli/sfr)