Dilansir dari AFP, serikat pekerja perusahaan menyatakan kebijakan itu akan berdampak 3.600 pramugrari pada maskapai flagship Canadian Airlines dan 1.549 pramugari maskapai berbiaya murah (LCC) Air Canada Rouge.
Jumlah tersebut setara dengan separuh anggota Serikat Pekerja Perusahaan Layanan Publik Kanada mewakili 10.000 pramugrari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika kondisi mengizinkan dan layanan kembali beroperasi, karyawan ini akan dipanggil kembali," ujar perusahaan.
Saat ini, perusahaan masih melayani penerbangan domestik. Namun, jumlah bandara yang dilayani merosot dari 62 menjadi 40.
Sebelumnya, sejumlah maskapai juga telah mengambil langkah merumahkan hingga memecat pegawai. Salah satunya, maskapai terbesar Australia Qantas yang merumahkan 20 ribu pekerja seiring penurunan pangsa rute luar negeri.
[Gambas:Video CNN]
(afp/sfr)