Saat ini, pemerintah masih mendata sasaran orang yang akan diberi bantuan. Selain itu, pemerintah juga masih menghitung kesiapan APBN untuk memberikan bantuan tersebut.
"Ini masih diinventarisir supaya nanti juga akan dihitung jumlah besarannya dan juga implikasinya pada APBN. Ini perlu ada upaya melakukan inventarisir lebih lanjut," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari total kasus infeksi tersebut, 55 di antaranya meninggal dunia. Tak hanya manusia, virus juga telah menginfeksi ekonomi dalam negeri. Salah satunya, sektor pariwisata.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) cabang Sulawesi Selatan menyatakan penyebaran wabah virus corona belakangan ini telah menekan usaha anggota mereka. Untuk bidang perhotelan, Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga mengatakan wabah telah membuat tingkat keterisian kamar anjlok hingga tersisa 8 persen-10 persen saja.
[Gambas:Video CNN]
Karena masalah itulah, anggotanya banyak yang mulai merumahkan karyawan. Pengusaha perhotelan tidak punya pilihan lain selain kebijakan tersebut.
"Melihat occupancy yang hanya 8 persen-10 persen dan sama sekali tidak ada event di hotel-hotel, tidak ada opsi selain merumahkan karyawan selama dua bulan. Semoga badai ini segera berlalu agar mereka kembali kerja," kata Anggiat di Makasar. (rzr/agt)