Hal ini diungkap oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo usai mengikuti pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara-negara G20. Pertemuan itu diselenggarakan melalui video conference.
"Bagaimana pandemi global ini bisa kemudian diatasi dengan joint action. Bagaimana kebijakan-kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan itu dilakukan secara bersama secara global dengan tentu saja kewenangan masing-masing negara," ungkap Perry, Selasa (24/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi juga menambah likuiditas injeksi lebih besar di pasar keuangan dan perbankan," tekannya.
Tak hanya dari sisi ekonomi, para negara-negara G20, kata Perry, juga akan menggalang kerja sama di bidang kesehatan. Misalnya, dengan memastikan distribusi yang lancar bagi obat-obatan hingga alat kesehatan.
Lebih lanjut, berbagai rencana kebijakan akan terus dikomunikasikan oleh para negara-negara G20. Rencananya, para perwakilan negara akan bertemu lagi pada pekan depan.
Pandemi virus corona yang berasal dari Kota Wuhan, Hubei, China terus menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Data penyebaran virus corona dari Johns Hopkins CSSE pada Selasa (24/3) pukul 17.00 WIB, jumlah kasus positif di dunia mencapai 383.944 dengan jumlah pasien sembuh 101.911 orang dan meninggal 16.595 orang.
Sementara berdasarkan data Kementerian Kesehatan per Selasa (24/3) pukul 17.00 WIB, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia sudah mencapai 686 kasus, di mana 55 orang meninggal dunia dan 30 orang sembuh.
[Gambas:Video CNN]
(uli/age)