Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menyebut pihaknya melakukan monitor mingguan dan harian di pasar hingga supermarket demi memastikan keterjangkauan harga di masyarakat.
"Yang paling penting ini stabilisasi harga, bagaimana menjaga harga 11 bahan pokok di masyarakat," katanya Kamis (26/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasokan melibatkan sekian banyak sektor dan usaha, secara rutin kami membahas dengan asosiasi usaha, terutama retail untuk menjaga pasokan," katanya.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pembelian panik atau panic buying akibat kekhawatiran masyarakat. Dengan adanya lonjakan permintaan, pemerintah menginstruksikan para pengusaha untuk menyediakan pasokan lebih terutama untuk barang kebutuhan mendesak.
Untuk beras, Perum Bulog menyebut terdapat stok 3,5 juta ton yang tersebar di gudang penyimpanan, penggilingan dan pedagang. Dengan tambahan stok panen raya pada Maret hingga Mei mendatang, stok beras diperkirakan mencapai 7,7 juta ton.
Selanjutnya, stok jagung pada akhir Februari tercatat 661 ribu ton. Panen Maret diperkirakan menyumbang stok jagung hingga 6,2 juta ton.
Terkait gula, Airlangga menyebut pemerintah mendistribusikan 20 ribu ton dengan harga Rp10.500 per kilogram (Kg). Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga gula di pasar. Kata dia, realisasi penyediaan gula konsumsi sebanyak 150 ribu ton juga akan ditugaskan lewat BUMN.
[Gambas:Video CNN]
(wel/age)