Rupiah Bangkit ke Posisi Rp16.305 Diguyur Stimulus Ekonomi

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 16:48 WIB
Rupiah Bangkit ke Posisi Rp16.305 Diguyur Stimulus Ekonomi Rupiah menguat 1,18 persen ke posisi Rp16.305 pada perdagangan pasar spot Kamis (26/3) sore. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di Rp16.305 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (26/3) sore. Mata uang garuda menguat 1,18 persen dibanding nilai pada perdagangan Selasa (24/3) sore kemarin yang berada di level Rp16.500.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp16.328 per dolar AS atau menguat dibandingkan kemarin, yakni Rp16.486 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia juga terpantau bergerak menguat terhadap dolar AS. Tercatat peso Filipina menguat 0,12 persen dan dolar Singapura naik 0,62 persen.


Selanjutnya, yen Jepang naik 1,13 persen, ringgit Malaysia 1,16 persen, serta yuan China 0,35 persen diikuti dolar Taiwan sebesar 0,11 persen, rupee India 1,03 persen.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak menguat terhadap dolar AS. Dolar Kanada menguat sebesar 0,11 persen, diikuti euro yang menguat sebesar 0,51 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan banjirnya stimulus yang diberikan pemerintah tekait penanganan virus corona menjadi sentimen positif bagi pergerakan nilai tukar rupiah. Dengan demikian, rupiah tampak gagah hari ini.

"Ini mengangkat kembali kepercayaan diri investor untuk mengumpulkan aset berisiko seiring dengan harapan perlambatan ekonomi akibat virus corona dapat dibatasi," terang Ibrahim.

Ia optimistis rupiah akan terus bergerak di zona hijau hingga perdagangan esok hari. Ibrahim memproyeksi mata uang garuda berada dalam rentang Rp16.220-Rp16.430 terhadap dolar AS.

Diketahui, pemerintah telah menerbitkan dua paket kebijakan fiskal demi meredam dampak virus corona terhadap ekonomi domestik. Total nilai insentif tersebut sebesar Rp33,2 triliun.

Sementara, pemerintah saat ini sedang menyiapkan paket kebijakan fiskal jilid ketiga. Dalam hal ini, pemerintah akan fokus pada sektor kesehatan, jaring pengaman sosial, dan dunia usaha.

[Gambas:Video CNN]


(aud/bir)