"Kredit perbankan mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,93 persen yoy, ditopang oleh kredit investasi yang tetap tumbuhan double digit di level 10,29 persen yoy," tulis OJK dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (27/3).
Di tengah perlambatan laju tersebut, profil risiko masih terjaga dengan rasio kredit bermasalah kotor (NPL gross) sebesar 2,79 persen dan NPL nett 1 persen. Adapun rasio pembiayaan bermasalah tercatat 2,66 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah wabah corona, wasit sektor jasa keuangan ini juga telah mengeluarkan stimulus yang sudah berjalan. Pertama, penilaian kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit sampai dengan Rp10 miliar.
Kedua, peningkatan kualitas kredit/pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi. Ketentuan restrukturisasi ini dapat diterapkan bank tanpa batasan plafon kredit atau jenis debitur.
Lihat juga:BI dan OJK Batasi Jam Operasional Bank |
Selain sektor perbankan, OJK juga mencatat premi yang dihimpun industri asuransi mencapai Rp46,5 triliun atau cuma tumbuh 4,73 persen secara tahunan. Namun, risk-based capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing terjaga di level 670 persen dan 312 persen, jauh di atas threshold ketentuan 120 persen.
Sementara, di pasar modal, penghimpunan dana mencapai Rp21,55 triliun hingga 24 Maret 2020. Jumlah emiten baru tercatat 13 perusahaan dengan pipeline penawaran sebanyak 61 emiten dengan total indikasi penawaran mencapai Rp28,8 triliun.
Namun, pasar saham melemah signifikan sebesar 27,79 persen dari awal bulan atau 37,49 persen dari awal tahun menjadi 3.937,6. Pelemahan disebabkan oleh kekhawatiran investor terhadap virus corona yang berdampak pada kinerja emiten di Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
(sfr)