Pindah Bandara, Adisucipto Layani Pesawat Propeling

CNN Indonesia | Sabtu, 28/03/2020 12:12 WIB
Bandara Adisucipto Yogyakarta tetap melayani penerbangan dengan pesawat propeling usai pemindahan operasional pesawat komersil ke Kulon Progo. Ilustrasi. Bandara Adisucipto bakal tetap layani penerbangan propeling usai pemindahan operasional ke bandara internasional Yogyakarta di Kulon Progo (Dok. Wikimedia/ FOX 52)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi menyebut bandara Adisucipto Yogyakarta masih akan beroperasi untuk melayani penerbangan dengan pesawat baling-baling propeling usai pemindahan operasional ke bandara internasional di Kulon Progo.

Pesawat propeling yang akan dilayani di Adisucipto berasal dari penerbangan komersial domestik dan beberapa penerbangan dari luar negeri. Perpindahan bandara ini dilakukan lantaran bandara Adisucipto yang sudah kelebihan kapasitas penumpang.

"Kondisi bandara Adisucipto yang sudah terlalu padat di mana idealnya menampung 1,8 juta penumpang per tahun. Tapi, selama ini sampai 8,4 juta," tuturnya dalam konferensi pers online dari Kulon Progo, Yogyakarta, Sabtu (28/3).


Menurut Faik, YIA bisa digunakan pesawat terbesar tanpa ada restriksi muatan. Selain itu, daya tampung bandara ini juga 11 kali lebih besar dari Adisucipto.

"Ada terminal penumpang yang mampu menampung hingga 219 ribu penumpang, 27 juta penumpang per tahun. Ini 11 kali lipat dari Adisucipto," tandasnya.

Selain itu, ia menyampaikan akan terjadi perubahan operasional di bandara Adisucipto dari semula pukul 05:00 hingga 21:00 WIB menjadi 05:00 hingga 18:00 WIB.

Dengan demikian nantinya akan ada 11 pergerakan penerbangan per hari di Adisucipto menggunakan pesawat baling-baling.

"Citilink tambahan 11 movement, trans nusa 11 movement, sehingga rencana Adisucpito ada sekitar 29 pergerakan pesawat menggugnan pesawat baling-baling dilayani AP1. Jadi bandara Adisucipto tetap kita layani khusus pesawat propeller."

Pihak bandara pun mengaku kesulitan untuk melakukan social distancing (menjaga jarak) untuk mengurangi penularan  Covid-19 di bandara Adisucipto.

"AP1 punya 15 bandara berupaya terapkan social distancing dengan atur sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penumpukan penerbangan. Ini yang sangat sulit dilakukan di Adisucipto," tuturnya.

Dengan perpindahan ini, maka bandara internasional Yogyakarta akan beroperasi 24 jam. Bandara ini rencananya melayanai penerbangan niaga komersial terjadwal, baik dari dalam dan luar negeri. Bandara juga melayani penerbangan non-niaga (charter) rute luar negeri atau penerbangan luar negeri non-VIP.

Lebih lanjut, menurutnya perpindahan operasional dari bandara Adisucipto ke Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/ YIA) di Kulon Progo berlangsung secara bertahap. Beberapa penerbangan sudah dialihkan ke bandara tersebut sejak 20 Maret lalu.

Menurut Faik peresmian bandara anyar di Yogyakarta itu tidak dilakukan kegiatan seremoni demi mencegah penyebaran virus corona.

Di bandara itu sudah disediakan sarana kebersihan hand sanitizer (cairan pembersih tangan), penyemprotan disinfektan secara berkala pada fasilitas bandara, semprotkan disinfektan ke penumpang yang masuk bandara, dan penggunaan thermal scanner (pemindai suhu tubuh).

Pihak bandara juga menerapkan layanan pelanggan secara virtual agar penumpang tidak tatap muka langsung dengan petugas bandara. Pihak bandara juga akan menerapkan kebijakan social distancing setidaknya dua meter.

[Gambas:Video CNN]

(rds/eks)