Pemerintah Raup Rp22,22 T dari Jual Surat Utang Saat Corona

CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2020 18:03 WIB
Kementerian Keuangan meraup Rp22,22 triliun dari Rp35,51 triliun total penawaran lelang surat utang negara pada Selasa (31/3). Kementerian Keuangan meraup Rp22,22 triliun dari hasil lelang penerbitan SUN di tengah penyebaran pandemi virus corona. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah melalui Kementerian Keuangan meraup Rp22,22 triliun dari hasil lelang penerbitan Surat Utang Negara (SUN) yang dilangsungkan pada hari ini, Selasa (31/3) di tengah penyebaran pandemi virus corona atau covid-19. Penerbitan dilakukan melalui tujuh seri surat utang. 

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan penerbitan surat utang dari hasil lelang akan dilakukan pada 2 April 2020. Tujuh seri surat utang itu memiliki masa jatuh tempo yang berbeda-beda. 

"Total penawaran yang masuk sebesar Rp35,51 triliun, namun total nominal yang dimenangkan dari tujuh seri yang ditawarkan adalah Rp22,22 triliun," ungkap Luky dalam keterangan resmi, Selasa (31/3). 


Kementerian Keuangan hanya memenangkan Rp22,22 triliun sesuai instruksi dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Hal ini tertuang dalam ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, di mana Menteri Keuangan yang menetapkan hasil lelang surat utang.

Di sisi lain, pemerintah tengah memerlukan sumber penerimaan negara yang cukup besar. Pasalnya, penerimaan negara yang bersumber dari perpajakan diperkirakan akan lebih rendah dari tahun lalu. 

Hal ini terjadi karena lesunya aktivitas ekonomi sejak pandemi virus corona menyerang berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Di sisi lain, pemerintah butuh sumber pemasukan untuk melakukan belanja pemerintah. 

Khususnya, belanja untuk penanganan dampak kesehatan dan ekonomi akibat pandemi corona. Saat ini, pemerintah setidaknya sudah mengeluarkan berbagai paket stimulus fiskal untuk meredam dampak tersebut. 

Teranyar, Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) yang menginstruksikan tambahan anggaran mencapai Rp405,1 triliun untuk penanganan corona.

Berikut rincian hasil lelang masing-masing seri surat utang: 
1. SPN12200703 
Nominal penawaran: Rp2,59 triliun
Nominal yang dimenangkan: Rp320 miliar
Yield rata-rata: 2,5 persen
Yield tertinggi: 2,55 persen
Tingkat kupon: Diskonto
Jatuh tempo: 3 Juli 2020

2. SPN12210401
Nominal penawaran: Rp7,6 triliun
Nominal yang dimenangkan: Rp4,3 triliun 
Yield rata-rata: 3,44 persen 
Yield tertinggi: 3,51 persen
Tingkat kupon: Diskonto
Jatuh tempo: 1 April 2021

3. FR0081
Nominal penawaran: Rp9,46 triliun
Nominal yang dimenangkan: Rp8 triliun
Yield rata-rata: 7,15 persen
Yield tertinggi: 7,23 persen
Tingkat kupon: 6,5 persen
Jatuh tempo: 15 Juni 2025

4. FR0082
Nominal penawaran: Rp8,51 triliun
Nominal yang dimenangkan: Rp6,35 triliun
Yield rata-rata: 7,82 persen
Yield tertinggi: 7,9 persen
Tingkat kupon: 7 persen
Jatuh tempo: 15 September 2030

5. FR0080
Nominal penawaran: Rp3,59 triliun
Nominal yang dimenangkan: Rp2,4 triliun
Yield rata-rata: 8,22 persen
Yield tertinggi: 8,26 persen
Tingkat kupon: 7,5 persen
Jatuh tempo: 15 Juni 2035

6. FR0083
Nominal penawaran: Rp2,59 triliun
Nominal yang dimenangkan: Rp850 miliar 
Yield rata-rata: 8,33 persen 
Yield tertinggi: 8,35 persen
Tingkat kupon: 7,5 persen
Jatuh tempo: 15 April 2040

7. FR0076
Nominal penawaran: Rp264 miliar
Nominal yang dimenangkan: -
Yield rata-rata: -
Yield tertinggi: -
Tingkat kupon: 7,35 persen
Jatuh tempo: 15 Mei 2048


[Gambas:Video CNN]


(uli/age)