Mengutip Antara, Kamis (1/4), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei turun US$1,61 ke posisi US$24,74 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun 17 sen menjadi US$20,31 per barel.
Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan persediaan minyak mentah naik 13,8 juta barel minggu lalu. Angka itu adalah kenaikan mingguan terbesar sejak 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Trump mengeluh bahwa harga minyak yang lebih murah daripada air telah merugikan industri. Tak hanya itu, Trump mengundang beberapa eksekutif industri energi, termasuk kepala eksekutif Exxon Mobil dan Chevron Corp dalam sebuah pertemuan pada Jumat (27/3).
Sebelumnya, OPEC gagal menyepakati potongan produksi karena Rusia menolak untuk memangkas produksi. Imbasnya, Arab Saudi justru meningkatkan produksi dan diperkirakan menghasilkan lebih banyak pada April mendatang.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)