Jokowi Minta PKH dan Kartu Sembako Segera Dibagikan

CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 12:58 WIB
Presiden Jokowi memerintah jajarannya untuk segera mengeksekusi program perlindungan sosial ke masyarakat, seperti PKH dan Kartu Sembako. Presiden Jokowi memerintah jajarannya untuk segera mengeksekusi program perlindungan sosial ke masyarakat, seperti PKH dan Kartu Sembako. (Muchlis-Biro Pers Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk segera mengeksekusi seluruh program perlindungan sosial kepada masyarakat kelas menengah ke bawah. Antara lain, Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako Murah, dan Kartu Prakerja.

Hal ini harus dilakukan secepatnya demi meredam dampak virus corona di Indonesia. "Berkaitan dengan paket perlindungan sosial dan jaminan sosial yang berada di lapisan bawah, tadi sudah saya perintahkan segera dieksekusi dan langsung dibagikan ke lapangan," ungkap Jokowi dalam video confrence, Kamis (2/4).

Selain PKH, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Prakerja, Jokowi juga menangguhkan tagihan listrik masyarakat miskin. Mereka adalah 24 juta pelanggan dengan daya 450 VA. Kemudian, memberi diskon 50 persen bagi 7 juta pelanggan berdaya 900 VA subsidi.


"Kalau ini segera ada di lapangan dan bisa tereksekusi, maka ini akan baik untuk masyarakat," jelas Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi mengumumkan akan menambah alokasi belanja dan pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp405,1 triliun untuk menangani wabah virus corona di dalam negeri.

Dalam hal ini, Jokowi mengalokasikan Rp110 triliun dari dana tersebut untuk memberikan jaminan sosial kepada masyarakat yang terdampak virus corona. Ia merinci, penerima program PKH naik menjadi 10 juta keluarga.

Kemudian, penerima kartu sembako juga naik dari 15,2 juta orang menjadi 20 juta orang. Begitu juga dengan nilai manfaat yang diterima meningkat menjadi Rp200 ribu dari sebelumnya Rp150 ribu.

Lalu, anggaran kartu prakerja naik dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun. Selanjutnya, ada pembebasan tarif listrik selama tiga bulan untuk 24 juta pelanggan dengan daya 450 VA dan diskon 50 persen untuk 7 juta pelanggan yang memiliki daya 900 VA bersubsidi.

Pemerintah juga menambah insentif perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan menyiapkan dana untuk mendukung ketersediaan logistik sembako atau kebutuhan pokok.

[Gambas:Video CNN]


(aud/bir)