Kepala BPS Suhariyanto memaparkan hal ini tercermin dari deflasi Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Konstruksi Maret 2020. Tercatat, deflasi mencapai 0,11 persen secara bulanan, 0,43 persen secara tahun berjalan, dan 0,99 persen secara tahunan.
"IHPB Konstruksi deflasi karena penurunan permintaan sejak awal tahun. Dengan permintaan yang rendah, maka ada penurunan harga besi beton, aspal, semen, dan batu split," ungkap Suhariyanto, Rabu (1/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, tingkat harga grosir barang konsumen mengalami kenaikan harga 0,1 persen, Tingkat inflasi ini sejalan dengan kenaikan harga di tingkat eceran yang terekam di Indeks Harga Konsumen (IHK).
Secara rinci, inflasi IHPB sebesar 0,1 persen secara bulanan, 0,62 persen secara tahun berjalan, dan 1,76 persen secara tahunan. Andil inflasi berasal dari sektor industri 0,17 persen dengan inflasi 0,21 persen.
"Di pertanian banyak penurunan harga komoditas, misalnya cabai merah, bawang putih, kelapa sawit, ayam ras. Sebaliknya, industri ada inflasi dari gula pasir, gula merah, dan mie instan," jelasnya.
Sebelumnya, BPS merilis inflasi IHK sebesar 0,1 persen pada bulan ini. Sumbangan inflasi terbesar berasal dari harga emas yang meningkat di pasar internasional.
"Penyumbangnya adalah inflasi harga emas 0,05 persen," katanya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/age)