Efek Corona, BPS Catat Harga Bahan Konstruksi Grosir Turun

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 19:25 WIB
BPS mencatat harga grosir bahan konstruksi di Indonesia turun 0,11 persen pada Maret 2020. BPS mencatat harga grosir bahan konstruksi di Indonesia turun 0,11 persen pada Maret 2020. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga grosir bahan konstruksi di Indonesia turun 0,11 persen pada Maret 2020. Penurunan terjadi karena minimnya permintaan di tengah penyebaran pandemi virus corona atau covid-19. 

Kepala BPS Suhariyanto memaparkan hal ini tercermin dari deflasi Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Konstruksi Maret 2020. Tercatat, deflasi mencapai 0,11 persen secara bulanan, 0,43 persen secara tahun berjalan, dan 0,99 persen secara tahunan. 

"IHPB Konstruksi deflasi karena penurunan permintaan sejak awal tahun. Dengan permintaan yang rendah, maka ada penurunan harga besi beton, aspal, semen, dan batu split," ungkap Suhariyanto, Rabu (1/4). 


Secara rinci, deflasi terjadi di seluruh kelompok bangunan konstruksi. Kelompok bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal deflasi 0,06 persen dan kelompok pekerjaan umum untuk pertanian minus 0,05 persen.
 
Kemudian, kelompok bangunan pekerjaan umum untuk jalan, jembatan, dan pelabuhan deflasi 0,22 persen, kelompok bangunan dan instalasi listrik, gas, air minum, dan komunikasi minus 0,02 persen, dan kelompok bangunan lainnya minus 0,06 persen.

Sebaliknya, tingkat harga grosir barang konsumen mengalami kenaikan harga 0,1 persen, Tingkat inflasi ini sejalan dengan kenaikan harga di tingkat eceran yang terekam di Indeks Harga Konsumen (IHK). 

"Penyebabnya adalah inflasi di sektor pertambangan penggalian, meskipun dari sisi andil yang besar adalah industri," ucapnya. 

Secara rinci, inflasi IHPB sebesar 0,1 persen secara bulanan, 0,62 persen secara tahun berjalan, dan 1,76 persen secara tahunan. Andil inflasi berasal dari sektor industri 0,17 persen dengan inflasi 0,21 persen.

Sementara sektor pertambangan dan penggalian mengalami inflasi 0,66 persen dengan andil 0,01 persen. Sedangkan sektor pertanian justru deflasi 0,39 persen dengan andil minus 0,08 persen. 

"Di pertanian banyak penurunan harga komoditas, misalnya cabai merah, bawang putih, kelapa sawit, ayam ras. Sebaliknya, industri ada inflasi dari gula pasir, gula merah, dan mie instan," jelasnya. 

Sebelumnya, BPS merilis inflasi IHK sebesar 0,1 persen pada bulan ini. Sumbangan inflasi terbesar berasal dari harga emas yang meningkat di pasar internasional. 

"Penyumbangnya adalah inflasi harga emas 0,05 persen," katanya. 

[Gambas:Video CNN]


(uli/age)