Sementara penurunan jumlah turis asing asing dibandingkan Februari 2019 mencapai 28,85 persen dari sebelumnya 1,24 juta orang. Secara kumulatif, jumlah turis asing berjumlah 2,16 juta orang pada Januari-Februari 2020.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan jumlah turis asing pada bulan lalu merupakan anomali akibat dampak penyebaran virus corona. Pasalnya, Februari sering terjadi peningkatan jumlah turis asing usai menurun pada Januari akibat low season.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, penurunan terbesar juga berasal dari Papua Nugini mencapai 84,63 persen menjadi 1.200 orang, Kuwait turun 59,75 persen menjadi 200 orang, dan Saudi Arabia 57,15 persen menjadi 8.200 orang. Begitu pula dari Taiwan 49,43 persen menjadi 10,6 ribu orang dan Hong Kong 48,58 persen menjadi 500 orang.
Secara kawasan, jumlah turis dari Asia Tenggara (ASEAN) turun 21,87 persen menjadi 344,2 ribu orang, Asia selain ASEAN turun 51,12 persen menjadi 223,6 ribu orang, dan Timur Tengah turun 50,43 persen menjadi 13,7 ribu. Sementara penurunan turis dari Eropa 0,71 persen menjadi 155,3 ribu orang, Amerika turun 10,97 persen menjadi 43,8 ribu orang, Oseania turun 25,77 persen menjadi 99,3 ribu orang, dan Afrika turun 27,02 persen menjadi 5.200 orang.
"Tapi peningkatan ini terjadi saat masih Februari 2020, ini bukan situasi Maret 2020 yang kondisinya diperkirakan akan jatuh lebih dalam," jelasnya.
Berdasarkan pintu masuk udara, penurunan jumlah kunjungan turis terjadi di Bandara Ngurah Rai 32 persen, Bandara Soekarno Hatta 24,46 persen, Bandara Juanda 32,72 persen, Bandara Kualanamu 25,68 persen, dan Bandara Lombok 32,26 persen.
Untuk pintu masuk laut, penurunan jumlah turis tertinggi terjadi di Pelabuhan Tanjung Pinang minus 69,21 persen, Tanjung Uban 5,98 persen, Batam 39,23 persen, dan Balai Karimun 30,5 persen. Sedangkan untuk pintu masuk darat, penurunan tertinggi terjadi di Atambua mencapai 100 persen, Jayapura 44,07 persen, dan Entikong 17,55 persen.
Penumpang Angkutan Turun
Penurunan jumlah turis asing rupanya turut menekan jumlah penumpang angkutan udara, khususnya di penerbangan internasional. Tercatat, jumlah penumpang angkutan udara turun 8,08 persen menjadi 5,79 juta orang.
Khusus penerbangan internasional, jumlahnya turun 33,04 persen menjadi 1,13 juta orang. "Seperti diketahui, pemerintah mulai membatasi penerbangan asing pada Februari 2020," katanya.
Sementara jumlah penumpang kereta api turun 5,41 persen menjadi 32,28 ribu orang dengan jumlah barang yang diangkut turun 12,67 persen menjadi 3,9 juta ton.
"Ini juga dipengaruhi jumlah hari di Februari yang lebih pendek dari bulan sebelumnya, sehingga ada penurunan jumlah penumpang KRL juga," terangnya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/age)