Nicke tak merinci ihwal nama perusahaan tersebut, namun ia mengklaim bahwa sebagian perusahaan itu sudah berhenti beroperasi.
"Kami sudah mengidentifikasi ada 25 perusahaan yang bisa kami lakukan likuidasi dan divestasi. Sebagian besar ini adalah perusahaan yang secara operasional sudah tidak berjalan," ujarnya dalam konferensi pers bersama dengan Menteri BUMN, Erick Thohir secara teleconference, Jumat (3/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Erick Thohir Lebur Garuda Tauberes |
Selama proses divestasi, ia memastikan seluruh karyawan akan tetap dipekerjakan oleh pemegang saham di perusahaan yang baru.
Lihat juga:Efisiensi, Telkom Bakal Merger 20 Anak Usaha |
Pihaknya masih akan melihat keadaan untuk menentukan anak-anak perusahaan yang dapat dilakukan merger.
Selain itu, Nicke menjelaskan opsi akuisisi tetap menjadi salah satu kemungkinan yang dapat diambil oleh dirinya. "Tidak menutup kemungkinan nanti akan kami lakukan akuisisi," jelas dia.
Erick menegaskan pihaknya tetap melakukan KPI, seperti pernyataan sebelumnya, yakni seluruh proyek strategis harus tetap dijalankan.
"Di sini juga sama bahwa GCG fokus pada core bisnis, efisiensi yang berkelanjutan agar kami (BUMN) terus sehat, secara korporasi ya terus efisiensi," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(mjo/bir)